Minggu, 21 Januari 2018

Cara menuliskan flashback dalam cerita


Pernah baca karyanya Stephen King? Ini kuambilkan pelajaran dari King, ya. Tapi, umumnya penulisan flashback itu sama.
Jadi, ada tiga cara yang bisa dipakai:

1. Dialog
Menuliskan alur flashback melalui percakapan para karakter, bisa dialog dengan karakter lain atau monolog. Biasanya, cara dialog dipakai untuk menceritakan latar belakang pengalaman/masa lalu seseorang. Contoh:

...
Aku mengingat sepuluh tahun lalu saat hubunganku dengan Kris putus dengan adanya Mandy.
***
"Apa ini, Rein? Jangan bilang itu punyamu karena katanya kau anak tunggal," tanyanya curiga.
"Oh, itu punya Mandy," jawabku sambi melirik gambar yang dipegangnya.
"Siapa Mandy?"
"Mandy? Tentu saja ia putri... putri pengasuhku dulu," bohongku
"Kenapa di kertas ini ada tulisan 'I love you, Daddy Rein. Mandy'? Jangan bohong padaku, Rein!"
Aku sudah tidak bisa menyembunyikannya lagi. "Ya, baiklah. Mandy memang putriku. Apa kau puas?"
(flashback: italic)
***

Di contoh, ini flashback cerita ke masa lalu si Aku yang putus dari pacarnya.

2. Deskripsi
Menuliskan alur flashback dengan cara menceritakan kronologinya pada masa kini. Sederhananya, saat ini tokoh sedang menceritakan perihal masa lalunya. Contoh:

Aku menceritakan kepada Mandy bagaimana aku dulu bisa sampai berpisah dengan Kris, gadis semasa kuliah yang kupikir kucintai. Saat itu, aku berkencan dengannya. Kami tengah asyik makan malam romantis di restoran yang sudah kupesan jauh-jauh hari. Lalu, aku pamit ke toilet padanya. Ketika aku kembali ke meja kami, dia langsung menunjukkan ponselku yang berisi pesan ibuku, memberitahuku kalau Mandy rewel dan ingin ayahnya segera pulang. Tanpa banyak berkomentar, Kris memutuskanku karena dia merasa kubohongi mengenai Mandy. Putri kesayanganku.

Di contoh ini, setting waktunya masa kini. Si Aku bercerita tentang masa lalunya yang putus dengan Kris.

3. Narasi
Menuliskan alur flashback dengan cara transisi ke masa lalu dan menarasikan kronologi di masa lampau. Sederhananya, ini flashback kronologi langsung di masa lalu. Contoh:

...
Aku mengingat sepuluh tahun lalu saat hubunganku dengan Kris putus dengan adanya Mandy.
***
Kurasa rencanaku untuk membuat kejutan ini sukses. Kris sangat menyukai restoran yang kupesan jauh-jauh hari. Tapi, di tengah-tengah makan malam romantis kami, aku merasakan dorongan ingin buang air kecil, lalu aku berpamitan pada Kris untuk ke toilet.
Aku menghela napas. Lega sekali rasanya. Kantung kemihku terasa penuh sejak tadi karena gugup. Aku segera mencuci tangan dan kembali ke meja kami.
Aku mengerutkan kening saat melihat Kris memegang ponselku dengan ekspresi marah. Kenapa ponselku ada di tangannya?
Saat kutanyakan padanya, Kris meneriakiku tukang pembohong setelah menunjukkan isi pesan ibuku yang memberitahukan kalau Kris tengah rewel dan menginginkanku segera pulang.
Aku tidak bisa menghindari tuduhan Kris lagi. Aku memang pria yang memiliki putri berusia tiga tahun. Kris tidak bisa menerima itu. Dia memutusan hubungan kami setelahnya.
(flashback: italic)
***

Di contoh ini, flashback ke masa lalu si Aku yang saat itu, di masa lalu, putus dengan pacarnya.



Semoga bermanfaat 😊
Cr : grup best writer

Kamis, 07 Desember 2017

Genre Komedi : Mengenal macam-macam dan subgenre komedi

Hallo, semua. Aku balik lagi bawa sebuah materi yang aku dapat dari salah satu grup kepenulisan. So, aku bakalan sharing materi mengenai genre komedi.

Well, bagi aku susah-susah gampang, sih, buat bikin. Susahnya itu nyuptain feel dan suasananya biar bikin pembaca ikut ngalir juga. Hehe ...
Tapi nggak usah khawatir, kalau emang kalian punya passion bikin cerita genre komedi, aku yakin pasti hasilnya keren. Yuk, langsung aja intip materinya di bawah ini :


A. Pengertian
Komedi, jenis ini sesuai namanya akan mengandung banyak unsur komedi. Karena tujuannya memang untuk membuat pembaca tertawa.


B. Pengertian Sub genre dan macam-macam sub genre yang ada didalan Genre Komedi


•SubGenre adalah salah satu dari beberapa kategori dalam genre tertentu.


>Macam macam subgenre dalam genre komedi



•Komedi Fantasi
Dalam subgenre ini,cerita dibuat 'lucu' dengan menggunakan unsur magic dan supernatural(suatu kejadian yang tidak bisa dijelaskan dengan hukum alam atau berada di atas dan diluar alam)



•Roman Komedi
Dalam subgenre ini,cerita komedi di sajikan dengan bumbu bumbu romansa(romantis).



•Horror Komedi
Dalam cerita komedi yang ber-sub genre ini,cerita di buat 'lucu'
dengan hal hal yang berbau mistis dan supernatural(suatu kejadian yang tidak bisa dijelaskan dengan hukum alam atau berada di atas dan diluar alam.)Contohnya Hantu.



• Comedy science Fiction
Dalam subgenre ini,cerita  dibuat 'lucu' dengan menggunakan fakta-fakta ilmiah/ilmu pengetahuan.



•Fiksi remaja Komedi
Dalam subgenre ini,cerita komedi di bumbui dengan cerita 'fiksi remaja' (hal hal yang umum terjadi di kalangan remaja,seperti kisah percintaan,persahabatan,dsb)



•Adventure Comedy
Dalam subgenre ini,cerita komedi di bumbui/dilatarkan dengan kisah petualangan.




C.Jenis-jenis genre komedi
•Genre Komedi itu terbagi menjadi beberapa jenis.Yaitu;


1. Slapstick/Physical Comedy

Slapstick adalah jenis komedi fisik yang mudah dicerna dan bermain dalam lingkup yang luas yang mencakup tiga hal utama yaitu derita, celaka dan aniaya.
Contohnya:
Seorang Komedian yang terjatuh dari kursi,seseorang yang memasukkan benda asing ke dalam mulut orang lain,melempar kue pke wajahseseorang dsb untuk membuat situasi menjadi lucu.



2. Komedi Alternatif/Alternative Comedy

Komedi alternatif itu adalah sebuah istilah yang diciptakan di tahun 1980-an. Artinya adalah sebuah penyampaian komedi /humor yang menyimpang dari penyampaian komedi atau humor yang ada pada era tertentu.



3. Komedi Observasi/Observational Comedy

Komedi Observasi adalah jenis humor atau komedi yang didasari dari observasi kehidupan sehari-hari. Aspek yang digunakan biasanya mencakup kejadian aktual dari dunia politik, hiburan,olahraga dan lain-lain.
Istilahnya,
 "It’s funny because it’s true."



4.Dark Humor

Dark humor adalah jenis humor atau komedi yang didasari dari observasi sisi gelap/jelek dari kehidupan sehari-hari. Aspek yang digunakan biasanya mencakup kejadian aktual dari dunia politik, hiburan,rasisme, agama, terorisme, peperangan,hal-hal berbau dewasa dan tema tabu yang berdekatan.



5. Komedi Karakter/Character Comedy

Komedi karakter adalah jenis humor atau komedi yang didasari dari kepintaran seorang dalam menciptakan sebuah karakter bertingkah polah lucu atau juga menirukan karakter lucu seseorang.
Ciri utama dari komedi karakter adalah keunikan ekspresi seorang dalam menampilkan emosi, tingkah laku atau mimik muka yang menggelikan.



6.Komedi Cringe/Cringr Comedy

Komedi cringe adalah jenis humor atau komedi yang mengandalkan kejadian canggung dan memalukan baik mengambil contoh dari kejadian yang pernah ada atau dari kejadian yang akan timbul dari situasi yang berkembang.



7.Komedi Hina/Insult Comedy

Sesuai namanya Komedi hina adalah jenis humor atau komedi yang memfokuskan sujeknya dengan menghina atau merendahkan individu atau kelompok.



 8.Komedi Properti/Prop Comedy

Sesuai namanya Komedi properti adalah jenis humor atau komedi yang banyak mengandalkan properti dalam menampilkan kelucuan dari penampilan seorang


9.Komedi Tidak Nyata/Surreal Comedy

Komedi yang fondasinya terbuat dari sesuatu yang tidak nyata, tidak masuk akal, absurd, aneh dan diluar akal sehat.




D.Tips dalam menulis humor.

1. Berani
Aturan pertama bagi siapa saja yang ingin menulis humor adalah berani. Tidak seperti yang kebanyakan orang pikirkan, para penulis humor sebenarnya adalah orang-orang yang sangat berani. Anda perlu bermuka tebal, bersaraf besi, dan memiliki keberanian yang terus bertambah hari demi hari. Anda tidak dapat melucu jika Anda takut menertawakan sesuatu hal, suatu masalah, seseorang, dan sebagainya. Anda tidak dapat melucu, jika Anda takut mempermalukan diri Anda atau mengejek sosok yang terkenal. Secara lisan semua orang dapat melucu, tetapi diperlukan keberanian untuk melucu dalam tulisan, dan membiarkan publik dan mungkin seluruh dunia membacanya. Jadi, para humoris memerlukan keberanian besar untuk menulis dan menerbitkan sesuatu yang lucu tentang sebuah isu, orang, atau konsep.



2. Berpikir di Luar Batas
Orang yang lucu tidak memiliki batasan tentang apa yang dapat ia pikirkan atau tuliskan. Anda perlu mampu memikirkan hal yang kasar, lucu, gila, tidak masuk akal, dan bahkan yang remeh. Para konsultan manajemen modern menyebutnya “berpikir di luar kotak”, tetapi saya menyebutnya kreativitas dan humor yang telah lama ada selama berabad-abad.



3. Aura Misteri
Hal penting dari menulis humor adalah Anda perlu membuat pembaca Anda berpikir bahwa tulisan Anda itu lucu. Akan tetapi, sebagai orang yang menulis humor, Anda tidak perlu membanyol, menjadi badut, ataupun bertingkah aneh. Anda perlu menjadi seorang yang dianggap orang lain mustahil untuk menuliskan sesuatu yang lucu. Anda dapat menjadi tipe orang serius yang memunyai kemampuan untuk menulis humor yang luar biasa. Hal ini menambahkan bumbu dan aura misteri dalam kepribadian Anda.



4. Mengolok Diri Sendiri
Sebagian besar orang berpikir bahwa humor hanyalah sekadar mengatakan dan menuliskan lelucon tentang orang lain. Itu tidak sepenuhnya benar. Humoris terkenal biasanya mengolok-olok diri mereka sendiri dan bukan orang lain. Humor terbaik selalu diarahkan pada diri sendiri. Arahkan humor kepada diri Anda sendiri, sehingga Anda tidak akan menganggu siapa pun. Orang akan tertawa jika Anda mengolok diri Anda, tetapi mereka mungkin marah jika Anda mengolok-olok mereka.



5. Jangan Lakukan Hal Ini
Kecuali artikel Anda ditujukan untuk majalah MAD [majalah humor satir di AS] atau media yang berisi humor atau satir murni tanpa ada batasan, ada hal-hal yang tidak dapat Anda lakukan yang perlu Anda ketahui saat menulis humor. Jangan gunakan bahasa yang buruk. Jangan mengolok-olok agama, kasta, ras, kelainan fisik, gender, atau bahasa siapa pun juga. Humor tentang hal-hal seperti ini dapat menyulut huru-hara di jalanan atau bahkan peperangan. Jangan memakai nama orang, teman, saudara, rekan kerja Anda yang sebenarnya. Anda tidak akan pernah tahu apakah mereka akan tersinggung atau tidak. Tetapi tidak akan ada orang yang tersinggung jika Anda berfokus pada diri Anda sendiri.



6. Kejutkan Pembaca Anda
Saat menulis humor, kejutkan pembaca Anda. Maksudnya, jangan ceritakan kelucuan Anda di awal tulisan. Jangan berikan petunjuk kepada pembaca Anda bahwa mereka akan membaca sesuatu yang lucu. Biarlah pembaca menemukan humor itu sendiri. Gunakan kata-kata singkat, sederhana, dan langsung yang dapat dimengerti semua orang.



7. Jangan Selalu Melucu
Ada waktunya untuk melucu dan ada waktunya untuk tidak melucu. Pemahaman ini perlu Anda amati dan pelajari. Humor yang sangat lucu di suatu tempat barangkali tidak dimengerti di tempat lain. Humor yang lucu di stadion sepak bola yang gaduh, barangkali terdengar tidak sopan di tempat yang religius. Dalam beberapa situasi atau kondisi tertentu, Anda tidak boleh terpancing untuk melakukan hal yang aneh-aneh, entah betapa tidak tertahankannya hasrat Anda untuk melucu.



8. Poleslah Tulisan Anda
Sebuah karya tulis tidak dapat selesai dan lucu seutuhnya dalam satu kali penulisan. Seperti berlian, tulisan Anda perlu diasah, ditajamkan dan dipoles sesering mungkin. Anda perlu mengulasnya dengan menggunakan kalimat yang lebih baik dan kata-kata yang lebih cermat, menyusun ulang kalimat-kalimatnya, mengubahnya dengan pandangan yang benar-benar berbeda, atau menghapus sesuatu yang tampaknya tidak pas, dan sebagainya. Setelah Anda menyelesaikan sebuah karya humor, periksalah lagi karya Anda beberapa jam atau beberapa hari kemudian. Anda akan menemukan cara-cara baru dan lebih baik untuk menulis artikel yang sama, yang tampaknya sangat jauh lebih baik dibandingkan artikel sebelumnya.



9. Pakai Perspektif Berbeda
Brpikirlah dengan sembarangan, berpikirlah gila-gilaan, namun pada saat yang sama gunakan akal sehat supaya tidak ada siapa pun, termasuk Anda, yang terkena masalah. Terkadang saat Anda sangat antusias, kata dan kalimat-kalimat dapat mengalir seperti sungai yang deras, mungkin Anda dapat menuliskan sesuatu yang sangat buruk, yang pada saat itu Anda pikir lucu atau tidak berbahaya, tapi lelucon itu bisa menimbulkan masalah saat ditinjau dengan cermat. Jadi, cobalah untuk sering berhenti sejenak dan melihat lelucon itu dari sudut pandang yang berbeda dan dari perspektif pembaca. Mungkin juga Anda perlu memotong tulisan Anda dan melanjutkannya.



10. Pakailah Waktu Anda
Nasihat yang terakhir adalah menulis humor itu membutuhkan waktu. Anda membutuhkan waktu seumur hidup supaya mahir membuat humor. Humor bukanlah hal yang dapat Anda pelajari dalam satu atau dua hari. Jangan berpikir Anda dapat membaca buku humor dan mulai menuliskan hal-hal yang lucu satu jam kemudian. Anda perlu mengajar diri Anda sendiri cara melucu. Pada umumnya, proses ini membutuhkan coba-coba dan belajar dari kesalahan. Anda perlu mengamati kejadian kocak atau kesalahan yang diperbuat orang lain, lalu tertawa dan menerapkannya kepada diri Anda sendiri dan sebagainya. Tidak ada orang yang dapat mengajarkan kepada Anda bagaimana cara menulis sesuatu yang lucu, tapi kemungkinan-kemungkinan yang dapat ditulis menjadi sebuah humor tidak ada batasannya.


Semoga bermanfaat, ya...
Cr : Materi Genre Aksara

Selasa, 21 November 2017

Mengeksekusi ending dalam cerita (prosa fiksi)



Ending ternyata adalah bagian terpenting. Umumnya orang akan cari tahu endingnya dulu.
Baru mikir buat baca keseluruhan. Ending yang buru-buru, gagap, terlalu menukik,
akan bikin cerita seolah dibikin prematur (kecepetan diakhiri).



💨Ini beberapa cara membuat ending💨

1. Buat ending dimana alur cerita dan benang karakter disimpulkan dengan benar.
Tidak ada dugaan dan tidak ada pertanyaan . Nasib semua karakter diketahui dengan jelas.

Contoh yang paling mudah adalah misteri. Meskipun misteri ditutupi ketegangan, tapi reader tahu klimaks cerita atau tokoh-tokoh itu nasibnya gimana. Biasanya ada 1 tokoh si pengungkap. Ending yg bisa dilihat

Mungkin ada yg pernah baca
Stephen donaldson.


2. Ending tanpa penyelesaian
Lawan poin 1
Plot dibiarkan ngambang. Gak selesai. Nasib karakter gak diketahui walau telah dijabarkan. gantung. Ini.membiarkan reader berspekulasi. Umumnya ending model begini
Dibuat untuk ada sekuelnya.

Contohnya sih
Novel si harry potter. Hampir endingnya menggantung. Wajar
Karena ada sekuelnya.


3. Ending yang tersirat
Ini ending yang paling ingin dikerjakan oleh saya dan penulis umumnya.  Karena bisa bikin pembaca frustasi. Beda dengan menggantung

Ending ini sebenarnya sudah menyisipkan logika dan pesan. Kayak kamu sudah tau siapa dan apa atau bagaimana. Tapi
Mendadak ending tanpa dikasih tau bener gak sih pikiranmu


Pertanyaan reader kurang lebih gini,

"Eh, kayaknya dia deh."

Tapi ... gak ada jawaban

"Eh, dia kan minum racun.
Kayaknya mati, deh."


Tapi gak diberitahukan mati atau tidak

"Kalau liat dari bukti-buktinya
Pasti dia."


Lagi lagi gak diberi jawaban

Hanya ada logika atau premis. Tapi tidak jawaban.


4. Twist ending
Disini, intinya penulis membuat ending tak terduga. Dari semua logika
Tahunya endingnya beda.
Buku fight club, contohnya.


5. Ending yang mengikat kembali Atau tie back
Disini, penulis membuat ending dimana mulai dan akhirnya ditulis dengan cara yang sama.
Akhir cerita justru sudah diungkap di awal
Kemudian berlanjut rincian sampai di akhir

Buat penulis pemula ini bisa dipakai.

Jadi ending sudah diceritakan dahulu. Walau ketegangannya minim, tapi asal ngolahnya pas
Maka cerita akan menarik


6. Bola kristal
Ending begini penulis akan menceritakan si karakter maju ke depan (beberapa hari sebelum atau beberapa tahun sebelum). Cara umum menulis ending bola kristal adalah penggunaan epilog.

Harry potter edisi the deathly hallow. Dmana epilog di set 19 tahun setelah inti cerita


🔘Kalau di indo
Cuma mengenal 3 role ending,
-Happy Ending
- Sad ending
- Cliffhanger ending
Cliffhanger ending
Disini penulis sengaja menggantung ending
Pembaca dibiarkan menafsirkan kelanjutannya


Sekian dan terima kasih. Semoga bermanfaat, ya. Jika ada pertanyaan bisa tinggalkan di kolom komentar atau chat langsung via line di @bongkotgedang 😊

Materi dari kak See Tea, 17 Oktober 2017.

Senin, 06 November 2017

KERAGUAN

-KERAGUAN-


Setelah waktu yang terlewati, bersama ribuan bimbang yang masih menanti. Rasa itu masih sama. Tak berubah sepersekian pun dari gelisahnya. Hati tak mau membuka, membiarkan cinta itu terombang-ambing pada denyut usaha.

Masih tentang ketidakmauan atas apa yang telah ada. Ego bisa saja tersebut sebagai pelaku utama dibalik kebimbangan. Hanya saja bukan itu. Hati yang tak berpintu, mungkin ia tokoh utama dari sebuah drama. Mengungkap alasan, katanya kunci untuk membuka telah hilang dari pandangan mata.

Namun tak bisa terpungkiri, benih-benih kasih masih mendominasi segenap ruang yang telah pilu oleh empedu. Mengharap masih ada jalan dari sekian alur yang berjalan walau harus menikung sekalipun. Tapi, satu sisi masih tak bisa menerima atas lakon yang bergulir tanpa permisi. Langit pun datang membawa kedukaannya kala mulut meronta, mematahkan janji akan komitmen yang telah ada.

Semua hanya berujung pada dinding keraguan. Seperti memilih lorong jalan yang tak pernah pasti ujungnya, bagai labirin di tengah keramaian, namun tampak sepi dalam pandangan yang terselimuti ketidakpastian.
Kata yang pernah terlontar pun tak lagi nyata. Seperti air yang menguap menjadi asap dan hilang. Menyisakan tanah yang kering tanpa sebuah kelembaban. Dengan mata yang menengadah menanti rintik hujan dikala malam.

Hingga afeksinya perlahan berhambur, lepas meninggalkanku yang tak bisa berbaur. Pun menenggelamkan dalam balutan kisah tak berujung yang sukar digabung. Di titik ini, semuanya berkumpul pada detak penuh ilusi. Sendiri, tanpa minat untuk berbagi.


 05 November '17
P ink A dan Nimo

#collabs
#poetry
#mariberkarya

Senin, 18 September 2017

Mengetahui Lebih Dekat Tentang Partikel -pun

Partikel Pun

Penulisan Partikel "Pun" Disambung atau Dipisah Sesuai Tata Bahasa Indonesia

Pun memiliki arti:
1. Juga atau demikian juga :
•> Jika Anda Pergi, saya pun hendak pergi
2. Meski, biar, kendati :
•> Mahal pun dibelinya juga
3. Saja :
•> Berdiri pun tidak dapat, apalagi berjalan
4. (… pun …lah) untuk menyatakan aspek bahwa perbuatan mulai terjadi :
•> Hari pun malamlah
5. Untuk menguatkan dan menyatakan pokok kalimat :
•> Maka baginda pun bertanya

Cara penulisan pun ada dua: disatukan/dirangkai dan dipisah dengan kata yang mendahuluinya. Partikel pun yang merupakan unsur kata penghubung ditulis serangkai :
- adapun
- andaipun
- akanpun
- ataupun
- bagaimanapun
- biarpun
- nianpun
- kalaupun
- kendatipun
- maupun
- meskipun
- namunpun
- sekalipun
- sungguhpun
- walaupun

 Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya, jika :
a. Mempunyai arti juga (nomor 1):
•> Jika Anda tidak hadir, saya pun (juga) tidak hadir.
•> Jika kita rajin bekerja, penghasilan pun (juga) bertambah.

b. Berfungsi sebagai partikel untuk menyangatkan atau mengeraskan arti (nomor 5):
•> Sedikit pun saya tidak menyangka Anda menolak tawarannya.
•> Sepeser pun saya tidak pernah menerima uang dari dia.

c. Dipisahkan dari kata yang mendahuluinya apabila maknanya sama dengan walaupun sekali, meskipun sekali (nomor 3).
•> Sekali pun (walaupun sekali, meskipun sekali) saya belum pernah ke Jakarta.
•> Sekali pun (walaupun sekali, meskipun sekali) ia tidak pernah datang ke sini.
Contoh pada kalimat:
(a) Tidak sekali pun dia melakukan kesalahan.
(b) Sekalipun melakukan kesalahan, dia tak pernah mendapat hukuman.

Sumber : http://www.bukubaik.com/2013/08/penulisan-partikel-pun-disambung-atau.htmla

Semoga bermanfaat,

Jumat, 15 September 2017

tentang kisah yang tak mampu terurai

-TAKDIR-


takdir seperti apa yang Tuhan kini ingin berikan? ketika aku tak lg memikirkan tentang persoalan cinta yang menghanyutkan. pun saat hati rasanya enggan untuk menerima pada getar pertama. langkah ini tetap maju dalam bayang kisah semu yang dulu sempat terbangun dalam memori. tapi kini ... kututup semuanya walau belum menemukan titik temu untuk berlabuh.


lalu, rindu datang menghantui pada jiwa berbalut sepi. menimbulkan paradigma yang kian menusuk entah sudah berapa kali. keputusanku sudah mengurungku dalam ketidakpedulian 'kan dirinya yang minta dipandang. hingga sebuah kebetulan perlahan muncul mengoyak pendirian.


langit kemudian berduka—tak menyangka tentang jalan yang kutempuh untuk menghindar dari lubang kebimbangan. kasih sayang, kepercayaan, belas kasih, pun pengorbanan tak lagi kugenggam. rasa itu telah hempas bersama derai kenangan masa lalu yang kubiarkan berlalu. dan pada suatu ketika senja menampakkan wujudnya, aku berdiam bak patung yang menuli.


tapi kamu sayangnya tak jua merasakannya. tentang jarak yang kian mengikis tanpa peduli aku mengeluh.



Jepara, 26-08-'17
bersama @ dalam kenangan masa lalu.

Kamis, 13 Juli 2017

Perindu Waktu

Perindu Waktu
—Perihal Cerita Klasik yang Terlupakan—


Masih teringat dalam memori 'kan kisah klasik yang dulu singgah. Tentang kita yang masih saling mengenal satu sama lain. Bersama melewati hari walau jarak membentang.

Aku selalu bertanya, "Masih bisakah kita mengulang waktu? Paling tidak kita mengulang cerita yang dulu ada."
Sebelum waktu dan keadaan merubah segalanya. Tentang kita, pun cerita di dalamnya.

Tapi kamu sepertinya enggan peduli. Meninggalkanku terkungkung dalam masa lalu yang masih lekat di ingatan. Terpatri oleh rasa yang sulit didefinisikan. Hingga mengembang memenuhi hati yang kosong.

Dan kini, aku merindu cerita itu. Sebuah kisah yang pernah mewakili perasaan tentang kebersamaan. Mengukir indahnya saling berbagi, ketika hati sedang sendiri.


-----
Saya dedikasikan tulisan ini untuk dia yang kini tak sama lagi. Teman semasa kecil yang paling dekat dengan saya. Seseorang yang sampai saat ini masih menjungkir-balikkan perasaan saya.


Jepara, 13 Juli 2017
Dwi Rachmawati
20:36 wib

Sabtu, 08 Juli 2017

Jurnalistik dan Sastra

🐸 Pengertian Jurnalistik

➡Secara Umum, Pengertian Jurnalistik adalah proses, teknik dan ilmu pengumpulan, penulisan, penyuntingan dan publikasi berita.

➡Jurnalistik atau Kewartawanan berasal dari kata Journal yang berarti catatan harian atau catatan mengenai kejadian sehari-hari, atau diartikan dengan surat kabar.

➡Secara Etiomologis , jurnalistik adalah laporan tentang peristiwa sehari-hari yang saat ini kita kenal dengan istilah "berita" (news). Sedangkan secara singkat/sederhana adalah kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan atau pelaporan setiap hari.

🐣Jurnalistik memiliki beberapa peran fungsi sebagai berikut:

➡Fungsi informasi
Menghadirkan informasi atau memberitakan suatu informasi kepada masyarakat yang berkaitan dengan suatu peristiwa atau hal yang penting lainnya.

➡Fungsi pendidikan
Jurnalistik mempunyai tanggung jawab untuk membimbing masyarakat dengan menghadirkan berbagai pengetahuan yang sangat berguna bagi pengembangan nilai-nilai kehidupan

➡Fungsi hiburan
Memberikan hiburan dalam kaitannya mengendurkan atau melemaskan ketegangan pikiran karena kesibukan dalam kegiatan sehari-hari.

➡Fungsi kontrol sosial
Jurnalistik bukan hanya sebatas menyodorkan atau memberikan informasi yang berkaitan dengan suatu peristiwa, akan tetapi juga menyampaikan suatu gagasan yang berkenaan dengan keperluan atau faedah masyarakat luas.

Q : yang kontrol sosial itu kayak gimana kak?
A :Maksudnya, jurnalistik itu juga bisa membahas mengenai fungsi2 sosial yang beperan bagi masyarakat.
Q : Memberikan berita yang bermanfaat untuk masyarakat. Misalnya memberikan informasi soal kenaikan bbm dll
A : Nah, itu termasuk fungsi kontrol sosial kak
Q : Gagasan yang  berkenaan dengan keperluan masyarakat. Intinya apa saja, yang mendatangkan keuntungan atau informasi ke masyarakat, ya? Gimana dengan berita hoaks yang sering berkembang di dalam masyarakat? Itu ada ketimpangan fungsi gak?
A : Iya, bertujuan memberikan informasi. Nah, kalo berita hoax termasuk ketimpangan? Di sini deperlukannya kita untuk bisa memilah. Tentu tidak semua berita itu benar bukan? Kalau ketimpangan, jurnalistik itu seharusnya memanv sesuai fakta kak

Informasi : memberikan update kejadian penting (dlm segala aspek) yang terjadi pada masyarakat.

Pendidikan : memberikan pengetahuan baru utk masyrakat

Hiburan : entertaiment. Menghibur masyarakat dengan artikel yg berkaitan dengan musik, buku, dll (hobi)

Kontrol sosial : ada opini yang dikemukakan dalam peristiwa yang berkaitan dengan isu tertentu

↪Secara umum, sastra adalah suatu karya yang indah baik itu tulisan dan lisan. Berdasarkan dari asal usul, definisi sastra diistilahkan sebagai kesustraan yang berasal dari bahasa sansekerta, yaitu sastra. su yang berarti bagus atau indah, sedangkan dari sastra yang berarti buku, tulisan atau huruf. Secara etimologi, dari arti kedua kata tersebut dapat disimpulkan bahwa arti susastra atau sastra  adalah tulisan yang indah.


↪Menurut Ensiklopedia bebas, Sastra (Sanskerta: शास्त्र, shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta śāstra, yang berarti "teks yang mengandung instruksi" atau "pedoman", dari kata dasar śās-yang berarti "instruksi" atau "ajaran". Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada "kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.  


↪Menurut KBBI arti sastra adalah, bahasa (kata-kata, gaya bahasa) yang dipakai dalam kitab-kitab (bukan bahasa sehari-hari); karya tulis, yang jika dibandingkan dengan tulisan lain, memiliki berbagai ciri keunggulan seperti keaslian, keartistikan, keindahan dalam isi dan ungkapannya.


↪Sastra merupakan perwujudan pikiran dalam bentuk tulisan. Tulisan menggambarkan media pemikiran yang tercurah melalui bahasa, bahasa yang bisa direpresentasikan dalam bentuk tulisan, media lain bisa saja berbentuk gambar, melody musik, lukisan ataupun karya lingkungan binaan/arsitektur.

↪Sastra merupakan istilah yang mempunyai arti luas, meliputi sejumlah kegiatan yang berbeda-beda. Kita dapat berbicara secara umum, misalnya berdasarkan aktivitas manusia yang tanpa mempertimbangkan budaya suku maupun bangsa. Sastra dipandang sebagai suatu yang dihasilkan dan dinikmati. Orang-orang tertentu di masyarakat dapat menghasilkan sastra. Sedang orang lain dalam jumlah yang besar menikmati sastra itu dengan cara mendengar atau membacanya.


Intinya, sastra itu lebih ke keindahan bahasa. Dia unik. Lumayan banyak diksi dan majas digunakan dalam sastra. Bahasanya juga tidak terbilang ringan.


📌Istilah sastra terus mengalami perkembangan. Kesusastraan tidak hanya berupa dengan tulisan, tetapi kesusastraan ada yang berbentuk lisan. Karya semacam itu dinamakan dengan sastra lisan. Oleh karena itu, sekarang yang dinamakan dengan kesusastraan meliputi karya sastra lisan dan tertulis dengan ciri khasnya terdapat pada keindahan bahasanya.

📌Ciri-Ciri Karya Sastra - Sastra memiliki karakteristik yang dapat digolongkan atau dinamakan karya sastra. Ciri-ciri karya satra adalah sebagai berikut...

📝Isinya menggambarkan manusia dengan berbagai persoalannya
📝Bahasanya yang indah atau tertata baik
📝Gaya penyajiannya menarik yang berkesan di hati pembacanya.

📌 Fungsi Karya Sastra - Dalam menciptakan sebuah karya sastra memiliki fungsi yang bertujuan bagi para pembaca dan pendengar. Fungsi karya sastra adalah sebagai berikut…

📝Fungsi rekreatif adalah memberikan kesangan atau hiburan bagi pembacanya
📝Fungsi didaktfi adalah memberikan wawasan pengetahuan mengenai seluk-beluk kehidupan manusia bagi pembacanya
📝Fungsi estetis adalah sastra mampu memberikan keindahan pembacanya
📝Fungsi moralitas adalah memberikan pengetahuan bagi pembacanya mengenai moral yang baik dan buruk.
📝Fungsi religius adalah sastra menghadirkan karya yang didalamnya mengandung ajaran agama yang diteladani oleh pembacanya.


✏Pengertian sastra secara umum.
✏Istilah sastra terus mengalami perkembangan.
✏ Ciri-ciri karya sastra.
✏Fungsi
(Sumber : www.artikelsiana.com )


✏Pengertian sastra menurut KBBI
✏Perwujudan Sastra
✏Pengertian menurut istilah
( Sumber : http://yosiabdiantindaon.blogspot.co.id/2012/04/pengertian-sastra.html )


✏Pengertian sastra menurut bahasa sanskerta
(Sumber : https://asemmanis.wordpress.com/2009/10/03/pengertian-sastra-secara-umum-dan-menurut-para-ahli/ )


✏Pengertian Sastra menurut ensiklopedia bebas
( Sumber : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Indonesia )

🐷 Perbedaan sastra dan jurnalistik?

Apa sih bedanya sastra sama jurnalistik? Perasaan sama aja deh, kan sama-sama tulisan. Ternyata, setelah ditinjau lebih lanjut dua jenis tulisan tersebut memiliki perbedaan.

↪Sastra memerlukan imajinasi sebagai pusat pemikiran, bagaimana kita melihat sekitar dengan pandangan yang orang lain tak terpikirkan, terlebih sastra yang baik memerlukan penyiratan seperti “ Siulan ombak melaju dengan erat” Disini kita bisa melihat bahwasanya tidak ada ombak yang sedang bersiul, tetapi dalam sebuah penyiratan sastra tersebut ombak sedang bersiul yaitu suara derasnya ombak.

Jadi, bisa kita simpulkan tulisan sastra adalah sastra yang penulisnya dapat bermain dengan apa yang ia lihat, rasakan dan dengarkan. Penulis juga dapat menyembunyikan atau menyelibkan apa yang sedang ia rasakan tanpa pembaca mengetahui dengan jelas keadaan penulis saat itu. Jenis-jenis sastra seperti karya tulis puisi, cerita pendek, cerita bersambung, pantun dan banyak lainnya. Sastra dalam sifatnya tidak terikat seperti tidak adanya konsep 5W + 1H, karena sastra menggambarkan, bukan menceritakan.

↪Berbeda halnya dengan jurnalistik yang mementingkan konsep 5W + 1H. Jurnalistik memaparkan fakta, informasi, berita yang akan disebarkan di media massa. Jurnalistik tidak belibatkan khayalan, emosi sang penulis di dalamnya, sebisa mungkin mudah dimengerti oleh khalayak. Kejelasan dalam penulisan juga dibutuhkan agar tak ada penuntutan karena ketidak jelasannya. Jenis-jenis jurnalistik seperti artikel, berita, resensi buku dan lainnya.


🐢 Jurnalistik Sastra?
jurnalistik sastra adalah proses mencari, mengumpulkan, memilih dan memilah informasi berupa fakta guna dibentuk menjadi sebuah berita dengan menggunakan bahasa dalam artian kata dan gaya bahasa yang merujuk pada kitab-kitab (bukan bahasa sehari-hari) dengan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nurani khalayak.
Sumber :

http://www.artikelsiana.com/2015/08/jurnalistik-pengertian-jurnalistik.html?m=1 (pengertian jurnalistik)

https://www.google.co.id/amp/juragancipir.com/fungsi-jurnalistik-paling-lengkap/amp/ (fungsi jurnalistik)

https://aristasefree.wordpress.com/tag/contoh-tulisan-jurnalis/ (contoh jurnalistik)

mywordsworld.blogspot.co.id/2013/06/contoh-tulisan-jurnalistik.html?m=1 (contoh jurnalistik)

https://www.google.co.id/amp/s/nisaulafifah.wordpress.com/2013/02/19/sastra-vs-jurnalistik/amp/  (perbedaan sastra dan jurnalistik)

https://sepcor.blogspot.co.id/2016/10/apa-itu-jurnalistik-sastra.html?m=1 (pengertian jurnalistik)


Tea Time, 18 Juni 2017
Hanifah&Cesha

pengertian alur dah tahapannya

A. Penjelasan tentang alur cerita

Alur adalah struktur rangkaian kejadian-kejadian dalam sebuah cerita yang disusun secara kronologis.

B. Macam-macam atau jenis-jenis alur

Adapun jenis-jenis alur yang diantaranya dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) macam, berikut ini penjelasannya:

1. Alur maju.
Yang pertama adalah alur maju, yaitu alur yang peristiwa ditampilkannya secara kronologis, maju, secara runtut dari tahap awal, tahap tengah, hingga tahap akhir cerita.
Alur ini umumnya digunakan pada cerita yang mudah untuk di pahami atau dicerna, misalnya seperti cerita untuk anak-anak. Tapi bukan berarti alur ini tidak dapat digunakan pada cerita yang serius, misalnya seperti drama dan lain sebagainya.
Contoh sederhananya adalah misalnya cerpen itu awalnya menceritakan tentangg seorang anak kecil dan berkembang / berakhir saat dia telah remaja.

2. Alur mundur.
Lalu yang kedua adalah alur mundur, yang dimaksud dengan alur mundur yaitu alur yang ceritanya dimulai dengan penyelesaian. Alur ini sering ditemui pada cerita yang memakai setting waktunya pada masa lampau.
Misalnya cerita tentang seorang mantan veteran yang membayangkan kisah hidupnya di masa muda.

3. Alur campuran.
Dan yang terakhir adalah alur campuran, yaitu alur yang diawali dengan klimaks dari cerita, yang kemudian melihat lagi masa lalu atau masa lampau dan diakhiri dengan penyelesaian dari cerita tersebut.
Contoh:
·        Cerita seseorang masa sekarang , kemudian kembali ke masa lalunya dan berlanjut kembali ke masa sekarang dan ke masa datang


Sumber : muthiahrifdah9u2.blogspot.com

C. Tahapan Alur
1. Pengenalan cerita.
Pada bagian ini, pengarang akan memperkenalkan tokoh utama, penataan adegan cerita dan hubungan antar tokoh yang terdapat dalam cerita.

2. Awal konflik.
Pada bagian ini pengarang atau pembuat cerita akan memunculkan bagian-bagian dalam cerita yang dapat menimbulkan permasalahan.

3. Menuju konflik.
Pengarang cerita akan meningkatkan permasalahan yang dialami olah tokoh.

4. Konflik memuncak atau klimaks.
Pada bagian ini merupakan puncak permasalahan yang dihadapi oleh tokoh, pada bagian ini juga tokoh dalam cerita akan dihadapkan dalam penentuan akhir yang akan dialaminya, keberhasilan atau kegagalan biasanya menjadi penentuan nasib tokoh dalam cerita.

5. Penyelesaian atau ending.
Akhir dari cerita, pada bagian ini akan menjelaskan bagaimana nasib tokoh dalam cerita tersebut apakah endingnya bahagia, buruk, ataupun menggantung.


Sumber : www.pengertianku.com


Materi Teras Kata, 21 Juni 2017
Semoga bermanfaat.

Senin, 03 Juli 2017

Sudut Semarang

Malam kian larut menerpa. Menyeret siapa saja masuk ke alam mimpi. Namun kenapa tidak denganku? Yang justru terlunta-lunta menyongsong kegelapan.


Di sudut kota Semarang, kucoba sampaikan rasa. Tentang sepi yang semakin mengikat. Pada kesendirian yang kian mencuat.


Lalu, aku berdiam diri. Bernostalgia bersama waktu yang temaram. Menyaksikan potongan kisah yang sempat terjalani. Walau kini hanya sebuah ilusi.


Oh, malam sepertinya tak mau menyerah. Terus menemaniku di tengah keramaian kota. Barang sedetik tak kurasa jua. Sepi semakin menggerayangi hati.


Dan ... kini aku teringat. Perihal kisah tak sampai pada peraduan. Tentang rindu pada masa lalu.


Semarang, 1 Juli 2017
Dwi Rachmawati
22:22

Mengenal Lebih Dekat Partikel -kah

[#FbAsWritingClass: Mengenal Lebih Dekat Partikel -kah]

Halo! Sha kembali lagi sambil membawa sedikit materi, nih. Kali ini Sha mau bahas tentang partikel yang sudah sering kita gunakan. Tentunya banyak yang sudah tahu tentang partikel -kah, tapi apa semua sudah tahu apa fungsi dan tata penulisan partikel ini?

Nah, buat yang belum tahu, ayuk kita bahas sama-sama!

Partikel –kah, -tah, dan, -lah merupakan partikel penegas yang berfungsi menampilkan unsur yang diiringinya.

Ketiga partikel ini merupakan bentuk klitika. Apa itu klitika? Klitika adalah semacam imbuhan yang dalam ucapan tidak mempunyai tekanan sendiri dan tidak merupakan kata karena tidak dapat berdiri sendiri. Jadi, klitika merupakan bentuk yang selalu terikat pada bentuk (kata) lain.

Dannnn, di postingan ini, Sha akan bahas tentang -kah terlebih dahulu. Partikel yang lain menyusul, ya~

Oke. Partikel -kah. Partikel ini bersifat manasuka dan dapat menegaskan kalimat introgatif (kalimat tanya).

Berikut ini aturan pemakaiannya:

a. Partikel –kah jika melekat pada kata tanya berfungsi untuk memperhalus kalimat dan membuatnya terkesan lebih formal.

Contoh:

Bagaimana keadaanmu sekarang?

Bagaimanakah keadaanmu sekarang?

b. Jika partikel -kah melekat pada kalimat yang berintonasi tanya tetapi tidak ada kata tanya, maka partikel –kah berfungsi untuk memperjelas kalimat tanya tersebut.

Contoh:

Harus aku yang mulai pekerjaan ini sendiri?

Haruskah aku yang mulai pekerjaan ini sendiri?

c. Partikel –kah akan mengubah kalimat deklaratif (kalimat berita) menjadi kalimat introgatif (kalimat tanya).

Contoh:

Minggu ini akan dilaksanakan penghijauan di sekitar bantaran sungai.

Minggu inikah akan dilaksanakan penghijauan di sekitar bantaran sungai?

Jika kalian belum tahu, partikel -kah ini ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Ingat, serangkai. Tidak dipisah.

Sha masih sering lihat banyak yang salah dalam penulisan partikel ini (dan partikel lainnya juga) :')

Karena sekarang kamu sudah tahu, yuk aplikasikan ilmu ini saat kamu membuat sebuah tulisan. Jangan dibaca sekilas terus dilupakan begitu saja, yaa~

Terima kasih sudah membaca! Semoga bermanfaat. Jika ada pertanyaan, jangan ragu untuk menuangkannya di kolom komentar. Sha tidak menggigit kok, haha.

Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

[Beberapa informasi dikutip dari aktivitassmart . wordpress . com]

Salam,

Sha


Cr : Freak But Awesome 😁

Mengulang Elipsis bagi Pemula

Hallo, pasti sudah tidak asing lagi dengan elipsis . Setelah kemarin aku post tentang elipsis, asportof dan separator , kini aku bakal m...