Senin, 25 Mei 2020

Mengulang Elipsis bagi Pemula



Hallo, pasti sudah tidak asing lagi dengan elipsis. Setelah kemarin aku post tentang elipsis, asportof dan separator, kini aku bakal mengulang elipsis lagi. Kenapa? 
Karena ternyata elipsis mempunyai fungsi yang bermacam-macam dan lebih rinci.


Sebenarnya satu tahun lalu, materi ini sempat dibahas oleh temen admin keceku--kayus yang kayak bidadari katanya, di salah satu grup menulisku dan baru sempat untuk di edit (maklum, sempet jenuh dg nulis dan fokus pindah tempat kerja hehe). Jadi, alhasil baru kembali bisa menghidupkan blog yang mulai berdebu ini.



Pada umumnya, elipsis ditulis dalam sebuah dialog dengan diawali dan diakhiri jeda. Di bawah ini, kita bakal bahas lagi pembagian elipsis berdasarkan fungsinya agar lebih mudah.



1. Jika bertujuan untuk menghilangkan kata atau kalimat maka;

*Elipsis harus diberi spasi sebelum-sesudah*
Contoh:
"Bisa jadi ... ini pemicunya."

Maksud sebenarnya adalah,
"Bisa jadi alat ini pemicunya."


Kata alat dihilangkan dan diganti dengan elipsis.



2. Jika bertujuan sebagai tanda baca untuk menyatakan ekspresi, maka;

*Elipsis tidak diberi spasi*
Contoh:
a. Ada kata yang dipotong
"Aku tidak tahu bagaimana menyam..."
"Aku saja yang menyampaikan."

b. Kalimat menggantung
"Entahlah...."

c. Ekspresi ragu
"Mmm..., aku tidak yakin bisa."

d. Ekspresi gagap
"Ka...ka...kamu, bagaimana kamu tahu?"

e. Adegan seolah-olah akan sunyi, tetapi ternyata ada adegan selanjutnya.
Tiba-tiba...
Brak!
Terdengar pintu yang ditutup keras.

f. Ekspresi tertawa
"Hahaha..., kamu bercanda."
(Seolah tawa tidak berhenti dan dibarengi dialog)

"Hahaha.... kamu bercanda."
(Seolah tawa sempat terhenti sebelum.dilanjutkannya percakapan)





Begitulah kira-kira pembagian elipsis. Semoga bermanfaat, ya..

Sabtu, 01 Februari 2020

Elipsis, Asportof dan Separator bagi Pemula yang Wajib diketahui

Bagi kalian pemula dalam dunia menulis, kalian akan mengenal tentang elipsis, Asportof dan separator. Ketiga tanda baca tersebut seringkali dijumpai dalam sebuah dialog cerita.

Jadi, apa itu elipsis, Asportof dan separator?


A. Elipsis (...)
Tanda elipsis (titik tiga) dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau kutipan ada bagian yang dihilangkan.


Misalnya:
> Penyebab dia putus itu ... seperti yang lalu.
> Kami, bangsa Indonesia menyatakan ... hal-hal yang mengenai ... yang sesingkat-singkatnya.



*Tanda elipsis juga dipakai untuk menulis ujaran yang tidak selesai dalam dialog.

Misalnya:
> "Dia itu ... mungkin kalau ... tidak seperti ini."


Catatan:
(1) Tanda elipsis itu didahului dan diikuti dengan spasi.
(2) Tanda elipsis pada akhir kalimat diikuti oleh tanda titik (jumlah titik empat buah).
Misal,
"Aku tahu .... "

Sumber : PUEBI-2



B. Asportof (')
Asportof merupakan tanda penyingkat digunakan untuk menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun dalam konteks tertentu.


Contoh :
1. "Kamu tahu, 'kan?" ('kan = bukan)
2. "milea 'kan kudapat. ('kan = akan)
3. Mereka 'lah datang. ('lah = telah)
4. 17-08-'45 ('45 = 1945)

Sumber : PUEBI-2



C. Separator (***)
Separator digunakan sebagai penunjuk perpindahan tempat, sudut pandang dan suasana. Biasanya ditulis dengan bintang tiga.


Misal,


Dru bergeming. Ia tak tahu lagi harus bagaimana. Polisi sudah berdatangan menjempunya sore itu. sekolah yang tadinya sepi kini sudah ramai dikunjungi berbagai orang yang sekadar melihat siapa sosok pembunuh selama ini. Mau membela diri pun ia sudah kepalang basah. Tak ada gunanya.

***

Mika menghampiri Reya yang sudah mendapatkan penanganan. Laki-laki itu harus mendapat enam jahitan di bahunya akibat ulah Dru. Belum lagi tangan kanannya yang kini digips akibat patah saat melawan temannya itu.


Kamis, 13 Juni 2019

Mengenal Swasunting Bagi Penulis Pemula

Apa, sih, Swasunting itu?



Swasunting sendiri sebuah proses yang perlu dilakukan oleh tiap penulis setelah menyelesaikan draf tulisan. Proses ini bisa meliputi pengecekan tipo, kesesuaian tata bahasa, kejanggalan, ambiguitas, kesinambungan antara satu bagian dengan bagian lain, dan masih banyak lagi.


Singkatnya, swasunting adalah kesempatan melihat kekurangan, memoles, dan memberi nilai tambah pada tulisan yang sudah diselesaikan.


Sebagus apa pun materi yang disampaikan, jika tidak ‘dibungkus’ dengan penulisan yang rapi, kecil kemungkinan akan disukai orang lain. Jangankan disukai, dilirik pun tidak. Sebaliknya, tulisan biasa yang disajikan dengan baik justru akan mampu menarik perhatian.


Ada beberapa tip dan trik yang bisa dicoba.
1. Lakukan penyuntingan setelah merampungkan tulisan. Sebab, menulis dan menyunting pada saat yang bersamaan akan membuat tulisan tidak kunjung terselesaikan.

2. Pastikan untuk tidak jatuh cinta pada karya sendiri. Sebab, hal itu cenderung membuat kita berpikir bahwa tidak ada hal yang perlu diubah lagi dalam naskah. Ketika ada yang memberi masukan positif, kita tolak. Kita sudah dibutakan oleh kekaguman pada tulisan sendiri, padahal belum tentu orang lain melihat karya kita sebagus itu.

Jadi, bagaimana cara untuk tidak jatuh cinta?

Beri jeda waktu sebelum melakukan penyuntingan. ‘Fermentasikan’ naskah selama 5-7 hari (atau minimal 3 hari jika waktunya terlalu sempit). Boleh lebih lama jika tenggat waktu masih cukup longgar. Jeda inilah yang akan memampukan kita melihat tulisan secara lebih objektif.

3. Saat menyunting, baca keras-keras kalimat yang sudah ditulis. Hal ini dapat membantu kita menyadari jika ada bagian yang terasa janggal.
Penyuntingan bukan sekadar melakukan hal-hal teknis, tapi juga harus melibatkan rasa.

4. Jangan simpan sendiri tulisanmu. Berbagilah dengan orang lain, tidak perlu malu. Dengan cara ini, boleh jadi kamu akan mendapatkan banyak masukan.
Kamu bisa menceritakan ulang secara lisan atau mencari beberapa pembaca pertama dan meminta pendapat dari mereka. Tanyakan hal-hal yang spesifik, bukan hanya, “Gimana? Bagus, nggak?” 
Kalau perlu, buat kuesioner untuk memastikan mereka memahami apa yang disampaikan. Jangan sampai kamu ingin mengatakan ‘A’, tapi mereka malah memiliki asumsi berbeda.

Catatan untuk poin ini:
Carilah pembaca yang objektif. Jangan tunjukkan tulisanmu pada orang yang hanya akan memberi pujian atau orang yang pasti menghujat.

5. Saat menulis, bebaskan apa pun yang ada dalam pikiran. Banjiri tulisan dengan kosakata sebanyak dan sevariatif mungkin. Ketika tiba saat menyunting, lakukan hal sebaliknya. Pangkas tulisan jadi seramping mungkin. Buat setiap kalimatmu terasa seperti quote.

6. Jadilah raja tega. Jika kamu menghilangkan satu bagian, tapi keseluruhan tulisan ternyata baik-baik saja, bagian itu mungkin memang tidak perlu ada. Hapus saja. Kadang memang berat (banget!) karena kita memiliki personal attachment pada tulisan sendiri. Namun, ada satu hal yang perlu diingat: naskah tebal belum tentu bagus, naskah tipis juga tidak selalu jelek. Naskah tipis yang padat masih lebih baik daripada naskah tebal yang bertele-tele.

7. Last but not least, tidak harus menjadi seperti Ivan Lanin, tapi jangan pernah bosan membaca PUEBI dan KBBI. Selalu cek apakah cara penulisan sudah sesuai dengan kaidah yang ada. Pastikan kata-kata yang digunakan benar dan baku.


Sesekali, boleh saja melanggar aturan penulisan karena satu atau lain pertimbangan. Namun, jika memang ingin melakukannya, pastikan untuk melanggar dengan sadar, bukan melanggar karena tidak tahu.

Swasunting berlaku untuk semua jenis buku. Apa pun.
Sajak, Puisi, Novel, Fiksi, Nonfiksi, Biografi... semuanya.

Swasunting dimaksudkanukan hanya untuk mengoreksi kata baku/tidak baku.
ini juga berlaku untuk merampingkan tulisan, membuang bagian-bagian yang tidak perlu, memperbaiki tata bahasa, dan lain-lain.


*Sumber : Materi dari mba Ratri Dwi Kayungyun (editor, writer mentor)

Selasa, 05 Februari 2019

Kado dari Jauh

Teruntuk Uda, terima kasih udah dibuatin secarik cerita dari chat kita malam itu. Mungkin sederhana, tapi itu berkesan. Uda yg selalu mau aku gangguin, maaf kalau Adekmu ini menyebalkan. 😂 Ini dibuat -/+ beberapa jam menuju tgl 21 Desember tahun lalu.

***


Dari : Birusemesta


"Biru, hari ini aku ulang tahun."

       "Terus?"

"Kamu tidak ada rencana mau kasih kado untuk aku?"

        "Udah dikasih"

"Mana?"

         "Barusan aku kasih."

"Tidak ada."

           "Ada, kamu saja yang tidak tahu."

"Apa, tidak ada kado yang datang?"

           "Barusan aku berdoa sama Allah, itu kadonya lebih berharga dari sebongkah emas."

"Aiiihh...h.., doanya apa?"

           "Rahasia, tidak boleh tahu."

"Ya, gitu. Main rahasia segala."

            "Pokoknya aku doanya, yang baik diberi Allah untuk kamu."

"Amin, terima kasih, ya, Biru atas doanya."

         "Sama-sama, Barakallahu fil umrik."

"Oh iya, terima kasih, ya, Biru, kamu yang mengucapin pertama kali, kalau aku dekat kamu lasung aku peluk"

          "Jangan peluk, tidak enak?"

"Terus mau apa?"

          "Isikan saja paket kouta internetku, itu lebih enak dari pelukanmu"
—Birusemesta,
kado ulang tahun untuk sahabat paling ribet
#Birusemesta

Jumat, 04 Januari 2019

Ketika Sang Esok Tak Lagi Menyapa

Jalanan tampak lengang pagi ini. Tak ada yang bersua. Semesta diam tanpa meninggalkan pesan pembuka.


"Apa kita akan terus seperti ini?" tanyanya, aku sedikit tersentak.


"Maaf," jawabku.


Riuh burung tak terdengar. Dedaunan berhamburan entah ke mana terbawa angin. Gemericik air hujan perlahan membakar sunyi yang menyelimuti.


"Apa hanya sampai di sini hubungan kita?" 


Aku menghela napas berat, tak tahu harus menjawab apa lagi. "Ini yang terbaik untuk kita." Bibirku berucap seakan tak peduli sesal yang akan menghantui.

"Ra ...."

"Kita akhiri semua ini. Aku lebih suka seperti awal kita kenal."

"Tapi apa yang kamu takutkan?"

"Sakit hati." Aku memberanikan diri menatap manik mata itu. Kurasakan genangan air mulai mengumpul. "Aku hanya pelarian kamu, dan kita tak seharusnya seperti ini," lanjutku.

"Percaya sama aku, Ra. Aku tulus sayang sama kamu." Esok menggenggam tanganku.

"Buat apa aku menjaga hati dan kepercayaan kamu, jika ragamu masih milik orang lain? Posisi aku juga sulit, tolong ... jangan seperti ini."

Hembusan angin semakin menusuk tulang. Perlahan rintik air berjatuhan.

"Jadi kamu mau apa?" tanya Esok untuk kesekian kalinya.

"Ayo kita berteman saja."

***

Bip ... bip ...
Lamunanku buyar ketika notifikasi ponsel berbunyi. Aku pikir itu pesan darinya, tapi nihil. Tak ada lagi sapa hangat lelaki itu kini.

"Hai, Ra, maaf lama nunggu, ya." Aku mendongak, mendapati sahabatku, Lisa yang baru tiba.

"Nggak, kok," balasku.

Lisa lalu duduk di hadapanku, meminum lemon tea yang telah kupesankan untuknya.

"Itu muka kenapa kusut?" tanya Lisa.

"Esok udah nggak pernah hubungi aku."

"Esok?"

"Dia menjauh." Aku menunduk, membiarkan buliran bening itu keluar membasahi pipi. Pertahanan ku runtuh.

Langit sore ikut andil dengan perasaanku. Tidak ada semburat jingga yang terpancar. Sudut-sudut cafe pun mulai penuh sesak oleh orang-orang yang sekadar berteduh dari lebatnya tangisan di luar.


"Mungkin ini memang yang terbaik untuk kalian."

"Tapi bukan akhir seperti ini yang aku inginkan, Lis."

"Jangan egois, Ra. Kamu sendiri yang bilang tidak ingin menjadi pelampiasan, 'kan?"

Aku mengangguk membenarkan perkataan Lisa. Paling tidak kini aku tahu, bahwa Esok tak selamanya mendampingiku. Mungkin kini sinarnya redup. Tak apa. Pelangi masih bisa datang di gelapnya langit sekalipun.


-end-

Sabtu, 07 Juli 2018

BACA! Cara Membuat Ending Ceritamu Menarik dan Konsisten

Hallo, kali ini saya akan membawa secuil materi tentang ending. Kalian tentunya sudah tahu apa itu ending. Kamu tipe orang yang suka dengan ending happy, sad, atau menggantung?


Well, kali ini kita akan Mengeksekusi ending dalam cerita (prosa fiksi).



Ending ternyata adalah bagian terpenting. Umumnya orang akan cari tau endingnya dulu. Baru mikir buat baca keseluruhan.

Ending yang buru-buru, gagap, terlalu menukik
Akan bikin cerita seolah dibikin prematur (kecepetan di akhir).


💨Ini beberapa cara membuat ending💨
1. Buat ending dimana alur cerita dan benang karakter disimpulkan dengan benar.

Tidak ada dugaan dan tidak ada pertanyaan . Nasib semua karakter diketahui dengan jelas. Contoh yang paling mudah adalah misteri. Meskipun misteri ditutupi ketegangan, tapi reader tahu klimaks cerita atau tokoh2 itu nasibnya gimana. Biasanya ada 1 tokoh si pengungkap. Ending yang bisa dilihat

Mungkin ada yang pernah baca
Stephen donaldson.


2. Ending tanpa penyelesaian

Lawan poin 1
Plot dibiarkan ngambang
Tidak selesai. Nasib karakter gak diketahui
Walau telah dijabarkan, ini membiarkan reader berspekulasi. Umumnya ending model begini dibuat untuk ada sekuelnya.

Contohnya sih
Novel si harry potter. Hampir endingnya menggantung. Wajar
Karena ada sekuelnya.

3. Ending yag tersirat
Ini ending yang paling ingin dikerjakan oleh saya danpenulis umumnya.  Karena bisa bikin pembaca frustasi. Beda dengan menggantung

Ending ini sebenarnya sudah menyisipkan logika dan pesan. Kayak kamu sudah tau siapa dan apa atau bagaimana. Tapi
Mendadak ending tanpa dikasih tau bener gak sih pikiranmu


Pertanyaan reader kurang lebih gini :

Eh kayaknya dia deh

Tapi ... gak da jawaban

Eh dia kan minum racun
Kayaknya mati deh


Tapi gak diberitahukan mati atau tidak

Kalau liat dari bukti buktinya
Pasti dia


Lagi lagi gak diberi jawahan

Hanya ada logika ata premis. Tapi tidak.jawaban.


4. Twist ending
Disini, intinya penulis membuat ending tak terduga. Dari semua logika Taunya endingnya beda. Buku fight club.contohnya


5. Ending yang mengikat kembali Atau tie back
Disini
Penulis membuat ending dimana mulai dan akhirnya ditulis dengan cara yang sama.
Akhir cerita justru sudah diungkap di awal
Kemudian berlanjut rincian sampai di akhir

Buat penulis pemula ini bisa diapakai.

Jadi ending udah diceritakan dahulu. Walau ketegangannya minim, tapi asal ngolahnya pas maka cerita akan menarik


6. Bola kristal
Ending begini penulis akan menceritakan si karakter maju ke depan (beberapa hari sebelum atau beberapa tahun sebelum). Cara umum menulis ending bola kristal adalah penggunaan epilog.

Harry potter edisi the deathly hallow. Dmana epilog di set 19 tahun setelah inti cerita

Biasanya banyak yang masih kurang memahami point 6 ini. Namun, menurut saya ini hampir sama kayak ngeflashback dan ditaruh dibagian akhir (epilog)


Kalau di indo
Cuma mengenal 3 role ending
-Happy
Ending
- Sad ending
- Cliffhanger ending
Cliffhanger ending
Disini penulis sengaja menggantung ending
Pembaca dibiarkan menafsirkan kelanjutannya


*materi dari Teras Kata-See Tea

Selasa, 08 Mei 2018

Tips Brainstorming Ide Cerita Bagi Pemula

tips ketika ketemu ide

Kalian pasti pernah mengalami yang namanya dapat ide, lalu pas mau ditulis hilang? Nah, begitupun saya. Sering kali ide-ide itu datang di saat yang tidak tepat ehehe. Namun, bukan berarti ide tak menyebar. Sebenarnya saya kesel kalau ada yang bilang, nggak ada ide nih atau belum ketemu ide.

Plis, gaes ... ide ada di mana-mana. Dari barang dan hal sekecil apa pun, ide itu pasti tercipta. Tapi kalau emang kalian lagi stuck, istirahatlah. Coba refresh sejenak pikiran kalian biar ide itu lebih mudah masuk. Yuk, langsung aja kita pembahasannya:


1. Saat ketemu ide
Tentukan kamu mau pake pov berapa.
Pov 1
Ini seperti kamu menulis diari

Pov 2
Kamu seperti Tuhan

Pov 3
Kamu bebas mau jadi apa aja
Di banyak tokoh (lebih dari 1 tokoh)

Mantapkan pov nya dulu


2. Tentukan setting
Setting ini Bisa aja waktu, Bisa aja lokasi.

Misal,
Mau dibikin setting sepanjang siang kah

Atau
Setting di pantai
Dan kalian lukiskan dengan segudang diksi seputar pantai


3. Alur
Mau pakai alur apa

Majuuuu
Mundurrrr (gagal move on)
Maju mundur (pastikan perpindahannya jelas)


3 itu utama yang kudu kalian renungkan. 3 itu mantap

Perkara kerangka
Sinopsis
Apa pun

Ngalir aja

Ini versi artikel di luar ya
Saya baca dari aplikasi medium


Setting yang didasari waktu

Perbandingan cerpen dan novel adalah 1:3


Protagonis

Ini tokoh utama (umumnya begitu). Protagonis itu tokoh yg pro terhadap alur, memang kebanyakan baik tapi itu bukan patokan. Karrna prosa adalah main character


Dialah yang menentukan akan dibawa dan akan diselesaikan bagainana konfliknya. Protagonis ini tokoh utama
Alias pemegang cerita.

Buat ketegangannya dalam waktu tak lama. Untuk membangun ketegangan

Buat pertanyaan dari.kisahmu sebelum.masuk pada ketegangan. Saat seperti ini

Buat banyak pertanyaan
Posisikan sebagai reader. Posisikan dirimu sebagai si tokoh.

misal,
Apa dia marah kalau aku menolak.
Imajinasikan. Apa pun.jawabanmu
Itulah jalan ceritanya


Hanya ada dua gagasan ending untuk cerpen:

1. Tuntas dengan kejutan
2. Tanda tanya


Tips bikin plot twist
Pilih ya

1. Datangkan tokoh baru tak terduga.
Tokoh baru ini harus punya peran penting di dekat ending

Dan bisa jadi
Dialah si penyelesai masalah


2. Bangun setting baru


3. Jadikan yang tak berguna menjadi penting. Tidak hanya tokoh ya. Prilaku tak penting
Jadikan kunci

misal,

Si tokoh suka membawa diari dan menulis. Si tokoh suka membawa diari dan menulis. Di ending
Taunya itu buku isinya draft cara membunuh. Tapi
Fokuskan cerita pada yang lain. Abaikan ttg si buku
Kecuali saat akan dibikin twist. Cukup sesekali saja gambarkan tokoh dengan bukunya





CATATAN 3
Tips Brainstorming Ide Cerita

Dalam bahasa Inggris, brainstorm memiliki makna ilham. Sedangkan, brainstorming bermakna pengungkapan pendapat. Dalam hail ini, brainstorming ide cerita adalah metode pengumpulan ide untuk mendapatkan satu cerita yang utuh.

Banyak penulis tidak sadar bahwa metode brainstorming sangat penting ketika memutuskan memulai menulis cerita baru. Brainstorming sangat berguna untuk menjaga ambisi agar tetap fokus pada poin-poin utama cerita hingga bisa menyelesaikannya sesuai struktur yang telah disusun sebelumnya hingga akhir. Seringnya, di tengah jalan penulis diinterupsi dengan ide atau imajinasi lain di luar ide asli.


Tips brainstorming:

1. Persiapan
Sebelum bersiap untuk brainstorming ide cerita, persiapkan terlebih dahulu hal yang nanti akan menuntun mencari ide. Seperti misalnya, genre apa yang ingin dituliskan, apakah teenlit, chicklit, young adult, fantasi, historical romance, horor, misteri, dsb. Berikan alasan kenapa ingin menulis genre itu.


2. Perhatikan sekitar.
Ide ada di mana-mana. Bahkan, dimulai dari bangun tidur, ide sudah bermunculan di sekitar. Hanya saja, apakah kepekaan kita bisa menangkap sinyal ide tersebut? Latihlah kepekaan untuk bisa melihat apa yang kamu lihat, mendengar apa yang didengar, dan mengingatnya dengan baik. Suatu saat, ketika sedang merenungkan cerita di sela-sela menulis, apa yang dilihat tersebut akan berguna menjadi bagian dalam cerita. Nyatanya, beberapa persen dari cerita fiksi adalah hasil dari memori pribadi penulis.


3. Selalu membawa buku catatan.
Ide selalu datang tak terduga kapan pun dan di mana pun. Di toilet ketika sedang mandi, di dapur ketika sedang memasak, di kantin kantor saat sedang makan siang, dsb. Selalu siaplah menangkap ide yang datang karena ide pergi secepat ia datang. Ide bisa saja diingat saat ini, tapi beberapa menit kemudian ide akan terlupakan begitu saja. Kalau membawa note saja repot, gunakan aplikasi yang ada di ponsel untuk mencatat apa pun yang datang dalam pikiran. Seperti misalnya aplikasi evernote, WPS, atau bahkan keep di line.


4. Buatlah daftar beberapa ide.
Hampir sebagian besar penulis tidak akan berhenti hanya dengan satu ide saja. Meski ide itu datang tiba-tiba di tengah tengah merenungkan ide lain. Membuat daftar beberapa ide yang muncul hampir bersamaan akan membantu mengidentifikasi ide cerita mana yang memungkian dan paling berpotensial untuk dikembangkan menjadi sebuah cerita. Buatlkah daftar dan baca lagi keseluruhan ide yang didapat, lalu renungkan ide mana yang bisa dipakai.


5. Ingatlah, tidak ada kata "ide buruk".
Semua ide yang bisa dikelola menjadi sebuah cerita adalah ide yang patut untuk dipertimbangkan. Ide yang dilabeli buruk bukan berarti memang benar-benar buruk. Hanya saja, ide itu perlu diperkuat kehadirannya dengan mencari alasan kenapa ide itu ada dan ditunjang dengan riset.


6. Beri alasan ide yang digunakan.
Setiap ide yang hadir dan masuk pertimbangan untuk dikembangkan memiliki alasan. Seperti misalnya, mengikuti tren pasar. Sebagian kecilnya, penerbit memang selalu menilai cerita yang akan dilamarnya berdasarkan pasar yang sedang tren kala itu. Tapi, tidak juga mengesampingkan faktor keunikan ide yang digambarkan penulis dalam ceritanya. Secara umumnya, alasan itu yang muncul ketika ide diciptakan. Nyatanya, alasan itu tidak bisa membantu banyak.
Seperti yang dijelaskan di materi Ide Cerita. Carilah alasan ide dari strukturalisme cerita. Contohnya, ide itu dipakai karena ingin mencapai tujuan karakter untuk menyelesaikan masalah tertentu. Atau ingin memecahkan konflik yang saat ini sedang santer dibahas melalau riset. Atau ingin membuktikan sesuatu yang kata orang tidak bisa dilakukan.
Ketika ide itu memiliki alasan, tidak ada jalan untuk keluar dari fokus cerita yang telah ditetapkan meski ide lain yang bahkan lebih bagus dari ide yang dipakai berkeliaran di pikiran.


7. Berbicaralah dengan teman yang sesuai dengan ide.
Bagian penting lainnya dari brainstorming ide adalah berbicara dengan teman sesama penulis, editor, teman yang memiliki level imajinasi yang sama, orang yang berprofesi sama dengan tokoh cerita yang dituliskan, atau siapa pun yang bisa membantu membangun ide. Utarakan ide yang akan dikembangkan dan mintalah pendapat tentang itu. Bertukar pikiran dengan meraka akan sangat membantu.


8. Temukan cara untuk mencari ide.
Tiap-tiap penulis memiliki cara tersendiri untuk menghimpun ide. Ada yang mendapatkan inspirasi ide cerita hanya dari mendengarkan musik. Ada juga yang menonton film demi mendapatkan ide, berjalan-jalan, membaca buku, atau bahkan hanya dengan melamun saja sudah memunculkan ide. Temukan cara itu yang paling bisa menginspirasi untuk menghimpun ide.


CATATAN 4
BAHASA LISAN DAN TULISAN

Bahasa lisan yang dimaksud adalah kalimat yang diucapkan. Bahasa lisan terbagi menjadi standar dan nonstandar. Bahasa lisan standar contohnya seperti dalam pidato. perkuliahan, ceramah, dll. Sedangkan, bahasa lisan nonstandar contohnya seperti percakapan antarteman, di pasar, dalam kesempatan nonformal lainnya, dan sejenisnya.

Bahasa tulisan bahasa yang tertulis atau tercetak. Bahasa tulisan pun terbagi menjadi standar dan nonstandar. Yang termasuk standar adalah bahasa tulisan dalam buku-buku pelajaran, teks, surat kabar, poster, iklan, dll. Sedangkan bahasa tulisan nonstandar seperti majalah remaja, iklan, poster, dsb.

Dalam bahasa lisan dan tulisan terdapat perbedaan yang mencolok antara sistuasi dan kondisi kepopuleran suatu kalimat dalam masyarakat. Seperti halnya, setiap wilayah suatu daerah memiliki bahasa dan mengucapan terhadap sesuatu yang berbeda-beda.

Ciri-ciri bahasa lisan:
1. Memerlukan orang kedua atau objek lainnya untuk melakukan percakapan.
2. Bahasa yang dipakai tergantung situasi, kondisi, ruang, dan waktu.
3. Tidak harus memperhatikan unsur gramatikal.
4. Berlangsung cepat.
5. Dapat dilakukan tanpa alat bantu.
6. Membutuhkan intonasi, bahasa tubuh, dan mimik wajah.

Ciri-ciri bahasa tulisan:
1. Tidak memerlukan orang kedua atau objek lainnya.
2. Tidak terpaku pada kondisi, situasi, ruang, dan waktu.
3. Harus memperhatikan unsur gramatikal, tata bahasa, dan eyd.
4. Berlangsung lambat.
5. Selalu memakai media, seperti, buku catatan, komputer, atau media elektronik lainnya.
6. Hanya perlu deskripsi untuk menwakili ekspresi intonasi, bahasa tubuh, dan mimik wajah.

Contoh perbedaan bahasa lisan dan bahasa tulisan:
1. Berdasarkan tata bahasa:
Ragam bahasa lisan:
- Ayah lagi baca koran.
- Gorong-gorong itu ada untuk mencegah banjir.
- Saya akan tanyakan soal itu.
Ragam bahasa tulisan:
- Ayah sedang baca koran/surat kabar.
- Gorong-gorong itu dibangun untuk mencegah datangnya banjir.
- Akan saya tanyakan soal itu.

2. Berdasarkan kosa kata:
Ragam bahsa lisan:
- Susi mau beli hape baru.
- Ibu bilang ayah akan pulang telat.
- Kita harus bikin struktur organisasi baru.
Ragam bahasa tulisan:
- Susi ingin membeli ponsel baru.
- Ibu mengatakan ayah akan pulang terlambat.
- Kita harus membuat struktur organisasi baru.



Nah, itulah sekilas tentang ide yang saya bagi. Betewe, materi ini saya gabung dari sesepuh saya, kak See Tea dan kak Gita di grup novel.

Jumat, 04 Mei 2018

Arus Kehilangan

Arus Kehilangan

Aku sempat terhenyak dalam mimpi semu. Bahkan tentang kehilangan, aku pun melupakannya. Rasaku telah larut dalam pesonamu hingga aku lupa tak memiliki hatimu. Awalnya aku senang, kamu memilih berjalan maju denganku. Namun, itu tak berlangsung lama. Kamu memilih berputar kembali ke belakang tanpa mau meneruskan jalan lurus ke depan bersamaku.
Inilah yang aku takutkan. Waktunya ‘lah tiba. Jarak itu perlahan membentang memisahkan kita; menjauh. Kisah ini mengalir terbawa emosi yang menggebu. Aku sudah kalah, kenanganku hanyut dalam lubang tak kasat mata.


-CatatanKita

Sabtu, 17 Februari 2018

Sinopsis dan outline- Iyesari (My Happy Ending) part 1

RANGKUMAN SHARING WITH AUTHOR
Materi Sinopsis dan Outline - Iyesari

Hallo, kali ini saya akan bawa secarik sharing dari kak Iyesari waktu ngasih wejangan di grup novel. Siapa tahu beberapa pertanyaan mewakili apa yang sedang kamu cari 😊


Q: Gimana sih caranya bikin sinopsis yang menarik?
A: Sinopsis yaaa. Heeum... sebenernya, buat sinopsis yang menarik tergantung dari ide dulu. Kira-kira, orang-orang pada suka atau nggak dengan ide kita? Apa sih yang dicari oleh orang, mereka suka cerita yang gimana. Yang pasti, orang bakalan suka dengan cerita yang nggak pasaran. Nah, untuk buat sinopsisnya jadi makin menarik, pertama kalian harus pandai bercerita, buat orang-orang yang mendengar cerita kalian penasaran. Misal. Dengan karakter masing-masing tokoh. Ceritain aja dulu gimana karakter cowoknya, kayak misal lagi. Si Edgar, duda ganteng yang punya anak semata wayang berumur delapan tahun dan belum menikah lagi sejak istrinya meninggal. Buat orang penasaran, kenapa sih dia nggak nikah lagi? Apa sih, yang buat si Edgar ini jadi sosok yang menarik? Karena dia romantis, dan to the point yang langsung bikin meleleh. Naah, itu kuncinya, buat pembaca jatuh cinta terlebih dahulu dengan karakter cowoknya.

Q: Buat cerita yang nggak mainstream?
A: Kalau kakak sih biasanya, abis baca novel atau cerita orang di wattpad atau di mana pun itu dan kakak suka banget sampai pengen terus baca biar pun udah tamat. Kakak suka kedapetan ide pengen buat cerita yang sama. Tp kakak nggak mau sama persis, jadi kakak buat berbeda. Keinginan pengen buat cerita yang berbeda itulah yang bikin ide cerita antimainstream itu muncul. Naaah, kayak Abi. Karakternya yang menyebalkan ngebuat pembaca jadi sebel dan memaki” Abi. Itu salah satu cara kakak memancing pembaca untuk jatuh cinta sama cerita kakak

Q: Berarti menitik beratkan point pada tokoh utama pria sehingga memikat pembaca penasaran ya?
A: Nggak harus tokoh cowok, kk cuma kasih contoh td. Hahahaha... bisa jadi tokoh wanitanya juga. Cuma kalau untuk cerita romance, kebanyakan ya tokoh cowoklah yang memikat

Q: Jdi penekanannya ada pada karakter dulu kak?
A: Iyaaa... sebelum kalian buat cerita. Kalian harus kenalan dulu sma tokoh-tokoh kalian. Entah itu dari tinggi badan, berat badan, rambutnya lurus atau keriting, giginya gingsul atau nggak, kebiasaannya, hobinya, dll. Setelah kalian kenal tokoh kalian. Cerita kalian bisa mengalir dengan sendirinya.

Q: Kalo nama sama karakter harus disinkronkan atau enggak, kak?
A: Nggak kok. Nama mah bebas aja mau kasih nama apa aja. Nggak harus sama dengan karakter. Kecuali kalau kamu pengen buat sifat orangnya sama kayak namanya. Misalnya namanya Bara, sifatnya keras kepala kayak batu bara. Heheheh. NahC itu terserah kalian.

Q: Biar alurnya tetep jalan atau ngalir gimana kak?
A: Pakai outline biar nggak nyasar. Jd dr awal udah disusun ceritanya. Intinya aja dulu disusun, nanti poin-poin kecilnya bisa kalian sesuaikan dengan intinya.

Q: Mau nanya yang agak berat ah. Kalau outline sendiri gimana, Kak? Cara menyusun tiap babnya agar menarik. Biasanya kan kalau baca cerita ada bab-bab tertentu yang bikin bosan. Bikin konflik yang wow itu gimana, kak? Aku masih rada susah dikonfliknya. Misalnya kak, bila saat membuat outline. Kita bingung mau buat konflik apa dengan klimaks seperti apa. Gimana cara nemu idenya ya.
A: Ini pertanyaan yang sudah dijawab. Kalian harus praktek dulu, nanti baru bisa ketemu sela-sela di mana kalian harus buat konflik, dimana kalian harus masukin part yang tidak membosankan dan lain-lain. Soalnya, penemuan ide dan outline orang” itu berbeda”.

Q: Kadang outline udah disusun. Pada bab ke 7/8 kan udah mulai konflik diperuncing. Tapi, tiba-tiba bingung. Buat outline dulu baru sinopsis kan kak?
A: Sinopsis dulu baru outline. Kakak juga sering ngalamin adanya perubahan itu, tapi ya usahain masih nyambung sama outline bab berikutnya. Jgn sampai perubhan itu malah ngerubah keseluruhan cerita.

Q: Eung, aku bingung gimana ngembangin sinopsis menjadi outline. Di outline, Kakak nulis detail cerita di bab itu, atau inti-inti konflik yang ada di bab itu?
A: Enggak, intinya aja. Nah, untuk mengisi inti-intinya itu harus menyulam benang-benang lagi. Hahah.

Q: Huaa. Aku rawan plot hole, Kak. Kakak pernah ngalami terjebak plot hole? Atau kakak punya cara buat ngehindarin hal itu?
A: Sering dong... hahaha, kadang apa yang kita lihat dan dengar bisa kita sisipkan ke dalam plot itu. Misalnya ya pengalaman pribadi, atau cerita” orang, atau kejadian disekitar kita. Kebanyakan kakak nulis curhatan orang. Atau misal kita benci bgt sama org ya kita masukin namanya di dalam cerita itu dan dijadiin tokoh paling menyebalkan. Hahaha.

Q: Nah, gimana tuh, Kak? Sulit nggak nulis curhatan orang?
A: Nggak, masukin yang penting-penting aja. Yang penting kita pinter milih kata.

Q: Kak, pernah bikin cerita yang sebagiannya ngambil dari kisah nyata nggak? Gimana caranya nulisinnya?
A: Kalo sebagian pernah. Tokoh Almira itu kakak ambil karakternya dari keponakan kakak yang dulu sekolah bareng. Apa yang Almira alami sama Rianti, itu emang beneran terjafi di kehidupan nyata. Ya itu kejadian sama keponakan kakak itu. Cuma krakter dan penjabaran orangnya aja kok. Sama kisahnya temennya yang irian dan suka ngefitnah.

Q: Ada kesusahan sndiri gak kak?  Nulis kisah nyata orang?
A: Pastinya ada. Kita butuh riset dan sumber, karena kita nulis kisah nyata kita harus pastiin seting lokasinya beneran ada atau nggak, kondisi di lokasinya gimana. Misalnya. Kakak buat kisah jyata tahun 60an. Kakak harus nyari tahu di tahun itu bentuk kotanya kayak gimana, baju orang”nya, cara ngomong orang”nya dan masih banyak lain lagi. Butuh banyak banget riset dan mengsinkronasikan cerita dengan keadaan nyata. Kalau kisah nyatanya cuma berdasarkan curhatan orang sih nggak masalah, cuma butuh penjabaran yang jangan sampai ketahuan itu curhatan orang. Hihihi.

Q: Btw, sharing nulis cerita fantasi aja dah, Kak. Di sini banyak yang bikin cerita fantasi. Nyari inspirasi gimana, Kak?
A: Untuk cerita fantasy ya? Pastinya butuh riset. Sesuain sama cerita yang pengen kalian buat. Kalau kakak buat nama Kyran dan Naina kemarin, bener” nyari nama orang Persia dan Turki. Dan bener” dicari artinya untuk disesuaikan sama karakter. Biar sama aja gitu dan masuk di akal.

Q: Riset tempatnya yang agak ribet, Kak.
A: Sekarang ada mbah goggle yang memudahkan kok. Kakak nggak pernah ke kalimantan, tapi kk bisa bayangin gimana keadaannya dg bertanya ke orang dan liat goggle.

Q: Kalo latarnya luar negeri agak susah cari yang lebih mendetail.
A: Kalo di luar negeri, sama juga kok. Banyak” nonton film yang settingnya di luar dan ya searching jg di goggle. Kakak buat cerita di Korea, nggak pernah ke sana tapi nyari tempat” yang pengen kita masukin.

Q: Tips, kak. Biar bisa tembus penerbit.
A: Pastiin sinopsis dan ceritanya pantas masuk pasaran. Sinopsis dulu. Kalau udah bener baru lanjut ke outline.

Q: Ehh, iya. Kalau pas stuck, biasanya ngapain biar bisa ada mood nulis lagi, Kak?
A: Kalau kakak sih.Dengerin musik yang cocok sama cerita yang lagi dibuat. Sambil dibayangin tiap adegan yang bakal dilanjut. Kadang di dalam mobil, kedengeran musik yang pas, sekelebat bayangan adegan lanjutan cerita masuk ke dalam kepala. Kakak sih, lebih ke musik buat balikin mood.

Q: Aku selalu jatuh hati ke karakter cowok yang Kak Iye bentuk. Seolah hidup gitu. Walaupun di atas tadi udah bahas, tapi masih belum ngeuh, gimana nguatin karakter. Itu bagian yang bikin aku pengen nangis pas nulis.
A: Caranya, Rora jatuh cinta sama cowok yang kayak gimana sih? Kalau kakak biasanya selalu dibayangin, iiihh rasanya romantis kali ya kalau ada cowok yang kesannya cuek tapi diam” merhatiin. Nggak pernah mandangin kita, tapi dia tau ada tahi lalat di bawah mata. Itu sweet banget. Hahahaha... ya kayak gitulah, buat karakter itu seperti cowok impian kamu.

Pesan:
Intinya sih. Untuk menemukan plot yang pas, kalian bener-bener harus muter otak. Kalau misal kita buat alurnya gini, sinkron nggak sama kelanjutannya? Atau kalau misal kita masukin adegan ini, pembaca bakal penasaran nggak ya? Kalau kakak sih. Abis ngebayangin dan mutar otak selalu cekikikan sendiri karena ngebayangin reaksi pembaca kalau misal ceritanya kakak buat begini atau begitu. Pastinya, kakak selalu mikirin reaksi pembaca, dan keseimbangan ceritanya juga.

Minggu, 21 Januari 2018

Kesalahan Saat Memaknai Kata yang Sering terjadi

KESALAHAN KARENA KELIRU MEMAKNAI KATA


Banyak beberapa cerita yang saya baca memiliki kekeliruan dalam memaknai kata. Entah itu disengaja, atau memang tak tahu. Umumnya, saya sering menemukan pada kata bergeming. Biasanya sebelum kata tersebut dituliskan kata 'diam'. Padahal bergeming itu sama juga dengan diam. Yuk, mari kita pahami bersama.



1. Emosi
'Emosi' adalah salah satu kata yang mengalami penyempitan makna. Selama ini, 'emosi' hampir selalu hanya identik dengan rasa marah ang meluap-luap. Kita tidak pernah sadar bahwa ternyata rasa senang, sedih, bahkan cinta juga bagian dari emosi karena menurut KBBI, 'emosi' adalah luapan perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu singkat. Maka dari itu, bisa disimpulkan bahwa 'emosi' tidak hanya untuk kemarahan saja, tetapi juga seluruh perasaan yang kita rasakan.

2. Acuh dan Tak Acuh
Kata 'acuh' seringkali dimaknai sebagai ketidakpedulian oleh sebagian besar orang. Padahal, makna sebenarnya adalah sebaliknya, yaitu peduli atau mengindahkan. Jadi, jika ada orang yang berkata "Dia seringkali mengacuhkan saya" itu berarti orang tersebut memedulikannya.

3. Merubah dan Mengubah
Kesalahan ini barangkali disebabkan karena ada kata 'berubah'. Jadi kita mengambil kesimpulan bahwa 'merubah' dan 'dirubah adalah kata yang baku. Padahal, seharusnya yang kita pakai adalah 'mengubah' dan 'diubah'.

4. Absen
Kata 'absen' disalahartikan sebagai ketidakhadiran dan 'absensi' sebagai tanda kehadiran. tapi, kata-kata tersebut justru bermakna sebaliknya. Menurut KBBI, 'absen' berarti tidak masuk atau tidak hadir, sedangkan 'absensi' memiliki makna ketidakhadiran. Jadi, seharusnya tidak ada lagi kalimat, "Titip absen, ya" tapi "Titip absensi, ya".

5. Anarkis
Penggunaan kata 'anarkis' di Indonesia juga mengalami penyempitan makna. Kata ini sering dikaitkan dengan kekacauan, keributan, kekerasan serta kegiatan unjuk rasa. Padahal, makna 'anarkis' sendiri belum tentu ada hubungannya dengan kekerasan dan kekacauan. 'Anarkis' adalah sebutan untuk penganut paham anarkisme, dan anarkisme sendiri sebenarnya adalah sebuah ajaran (paham) politik yang menentang setiap kekuatan negara; teori politik yang tidak menyukai adanya pemerintahan dan undang-undang. Namun, yang patut dicatat adalah walaupun paham politik ini menentang eksistensi negara/pemerintah, mereka tidak lantas ingin menciptakan kekacauan. Justru mereka menganut paham ini karena percaya bahwa anarki akan membawa kedamaian pada masyarakat.

6. Seronok
Selama ini, kata 'seronok' identik dengan pakaian yang terbuka, seksi, dan kurang sopan. Ternyata dalam KBBI, kata 'seronok' itu berarti sesuatu yang menyenangkan hati, sedap dilihat, dan juga nikmat untuk didengar. Jadi, kalimat "Bajumu seronok sekali" itu berarti bajumu bagus sekali.

7. Senonoh
'Senonoh' dalam KBBI berarti tidak terpuji. Namun, kita sering membaca di media misalnya "Perbuatan tidak senonoh itu dilakukan oknum polisi". Jadi, kita cukup menggunakan 'perbuatan senonoh' untuk merujuk ke pengertian 'perbuatan tidak terpuji'.

8. Wacana
Kata 'wacana' sering digunakan untuk menggambarkan sebuah rencana yang gagal terjadi atau sebuah omong kosong belaka. Namun, dalam KBBI kata ini memiliki makna yang bertolak belakang dengan yang selama ini dimaksudkan. Dalam KBBI, 'wacana' berarti komunikasi verbal; percakapan. Atau dapat juga diartikan keseluruhan tutur yang merupakan suatu kesatuan. Kata 'wacana' memang berarti percakapan dalam bentuk verbal. Namun, percakapan yang dimaksudkan biasanya berupa khotbah, pidato, atau diskusi.

9. Cek Kosong
Mungkin selama ini banyak yang mengira 'cek kosong' adalah selembar kertas cek yang diberikan oleh seseorang dan kita bebas mengisi nominal sesuai keinginan. Jika kita mencari makna 'cek kosong' dalam kamus atau tesaurus, kita tidak akan menemukan makna yang selama ini dipahami kebanyakan orang. Menurut KBBI, 'cek kosong' adalah cek yang tidak dapat diuangkan karena uang yang disimpan di bank yang dimaksud sudah tidak ada lagi. Jika maksudnya adalah cek yang jumlah nominalnya ditentukan oleh kemauan sang penarik sendiri, kita bisa menggunakan kata 'cek blanko'. Mungkin ini masih ada hubungannya dengan kata 'blank check' dalam bahasa inggris.

10. Sekelumit
Kata 'sekelumit' juga sering diartikan sebagai keruwetan atau kerumitan yang identik dengan hal-hal yang menyusahkan. Namun, kata 'sekelumit' ini sebenarnya memiliki makna yang sama sekali tidak membuat rumit. 'Sekelumit dalam KBBI adalah sebuah adjektiva yang memiliki makna 'sedikit sekali'. Sangat jauh berbeda dengan makna yang selama ini kita pahami. Setelah kita memahami makna 'sekelumit' tersebut, tentu kita akan tersenyum jika mendengar atau membaca kalimat "Sekelumit masalah ini membuat saya hampi putus asa". Masalahnya, hanya sedikit kenapa bisa putus asa?

11. Negeri Jiran
Sebagian besar orang mengira bahwa 'negeri jiran' itu adalah Malaysia. Padahal, 'negeri jiran' bermakna negara tetangga. hal ini berarti 'negari jiran' Indonesia tidak hanya Malaysia, tetapi juga Singapura, Brunei Darussalam, Timor Leste, Australia bahkan Papua Nugini.

12. Terlanjur dan Telanjur
Tidak banyak yang tahu bahwa 'terlanjur' dan 'telanjur' memiliki makna yang berbeda. Kata 'terlanjur' dapat dimaknai; terdorong untuk melakukan atau mengucapkan sesuatu dengan tidak sengaja. Sedangkan menurut KBBI, 'telanjur' memiliki arti (1) terlewat batas dari tujuan; (2) sudah terlampau banyak; (3) sudah terlambat sehingga sukar untuk ditarik kembali. Jadi, kalimat "Saya terlanjur sayang" dan kalimat "Saya telanjur sayang" memiliki makna berbeda. Kalimat pertama bermakna dia tidak sengaja menyayangi seseorang dan kalimat kedua bermakna dia terlalu/sangat menyayangi orang itu.

13. Bergeming
Orang-orang sering menggunakan ini untuk sesuatu yang diam. Misalnya kalimat "Dia hanya diam membisu, tidak bergeming sedikit pun". Jika kita mengetahui bahwa arti dari 'bergeming' sebenarnya adalah diam, tentu kita akan bingung sendiri membaca kalimat itu; "Dia hanya diam membisu, tidak diam sedikit pun". Kalimat yang aneh, bukan?


Semoga bermanfaat.
Cr: best writer to be

Cara menuliskan flashback dalam cerita


Pernah baca karyanya Stephen King? Ini kuambilkan pelajaran dari King, ya. Tapi, umumnya penulisan flashback itu sama.
Jadi, ada tiga cara yang bisa dipakai:

1. Dialog
Menuliskan alur flashback melalui percakapan para karakter, bisa dialog dengan karakter lain atau monolog. Biasanya, cara dialog dipakai untuk menceritakan latar belakang pengalaman/masa lalu seseorang. Contoh:

...
Aku mengingat sepuluh tahun lalu saat hubunganku dengan Kris putus dengan adanya Mandy.
***
"Apa ini, Rein? Jangan bilang itu punyamu karena katanya kau anak tunggal," tanyanya curiga.
"Oh, itu punya Mandy," jawabku sambi melirik gambar yang dipegangnya.
"Siapa Mandy?"
"Mandy? Tentu saja ia putri... putri pengasuhku dulu," bohongku
"Kenapa di kertas ini ada tulisan 'I love you, Daddy Rein. Mandy'? Jangan bohong padaku, Rein!"
Aku sudah tidak bisa menyembunyikannya lagi. "Ya, baiklah. Mandy memang putriku. Apa kau puas?"
(flashback: italic)
***

Di contoh, ini flashback cerita ke masa lalu si Aku yang putus dari pacarnya.

2. Deskripsi
Menuliskan alur flashback dengan cara menceritakan kronologinya pada masa kini. Sederhananya, saat ini tokoh sedang menceritakan perihal masa lalunya. Contoh:

Aku menceritakan kepada Mandy bagaimana aku dulu bisa sampai berpisah dengan Kris, gadis semasa kuliah yang kupikir kucintai. Saat itu, aku berkencan dengannya. Kami tengah asyik makan malam romantis di restoran yang sudah kupesan jauh-jauh hari. Lalu, aku pamit ke toilet padanya. Ketika aku kembali ke meja kami, dia langsung menunjukkan ponselku yang berisi pesan ibuku, memberitahuku kalau Mandy rewel dan ingin ayahnya segera pulang. Tanpa banyak berkomentar, Kris memutuskanku karena dia merasa kubohongi mengenai Mandy. Putri kesayanganku.

Di contoh ini, setting waktunya masa kini. Si Aku bercerita tentang masa lalunya yang putus dengan Kris.

3. Narasi
Menuliskan alur flashback dengan cara transisi ke masa lalu dan menarasikan kronologi di masa lampau. Sederhananya, ini flashback kronologi langsung di masa lalu. Contoh:

...
Aku mengingat sepuluh tahun lalu saat hubunganku dengan Kris putus dengan adanya Mandy.
***
Kurasa rencanaku untuk membuat kejutan ini sukses. Kris sangat menyukai restoran yang kupesan jauh-jauh hari. Tapi, di tengah-tengah makan malam romantis kami, aku merasakan dorongan ingin buang air kecil, lalu aku berpamitan pada Kris untuk ke toilet.
Aku menghela napas. Lega sekali rasanya. Kantung kemihku terasa penuh sejak tadi karena gugup. Aku segera mencuci tangan dan kembali ke meja kami.
Aku mengerutkan kening saat melihat Kris memegang ponselku dengan ekspresi marah. Kenapa ponselku ada di tangannya?
Saat kutanyakan padanya, Kris meneriakiku tukang pembohong setelah menunjukkan isi pesan ibuku yang memberitahukan kalau Kris tengah rewel dan menginginkanku segera pulang.
Aku tidak bisa menghindari tuduhan Kris lagi. Aku memang pria yang memiliki putri berusia tiga tahun. Kris tidak bisa menerima itu. Dia memutusan hubungan kami setelahnya.
(flashback: italic)
***

Di contoh ini, flashback ke masa lalu si Aku yang saat itu, di masa lalu, putus dengan pacarnya.



Semoga bermanfaat 😊
Cr : grup best writer

Kamis, 07 Desember 2017

Genre Komedi : Mengenal macam-macam dan subgenre komedi

Hallo, semua. Aku balik lagi bawa sebuah materi yang aku dapat dari salah satu grup kepenulisan. So, aku bakalan sharing materi mengenai genre komedi.

Well, bagi aku susah-susah gampang, sih, buat bikin. Susahnya itu nyuptain feel dan suasananya biar bikin pembaca ikut ngalir juga. Hehe ...
Tapi nggak usah khawatir, kalau emang kalian punya passion bikin cerita genre komedi, aku yakin pasti hasilnya keren. Yuk, langsung aja intip materinya di bawah ini :


A. Pengertian
Komedi, jenis ini sesuai namanya akan mengandung banyak unsur komedi. Karena tujuannya memang untuk membuat pembaca tertawa.


B. Pengertian Sub genre dan macam-macam sub genre yang ada didalan Genre Komedi


•SubGenre adalah salah satu dari beberapa kategori dalam genre tertentu.


>Macam macam subgenre dalam genre komedi



•Komedi Fantasi
Dalam subgenre ini,cerita dibuat 'lucu' dengan menggunakan unsur magic dan supernatural(suatu kejadian yang tidak bisa dijelaskan dengan hukum alam atau berada di atas dan diluar alam)



•Roman Komedi
Dalam subgenre ini,cerita komedi di sajikan dengan bumbu bumbu romansa(romantis).



•Horror Komedi
Dalam cerita komedi yang ber-sub genre ini,cerita di buat 'lucu'
dengan hal hal yang berbau mistis dan supernatural(suatu kejadian yang tidak bisa dijelaskan dengan hukum alam atau berada di atas dan diluar alam.)Contohnya Hantu.



• Comedy science Fiction
Dalam subgenre ini,cerita  dibuat 'lucu' dengan menggunakan fakta-fakta ilmiah/ilmu pengetahuan.



•Fiksi remaja Komedi
Dalam subgenre ini,cerita komedi di bumbui dengan cerita 'fiksi remaja' (hal hal yang umum terjadi di kalangan remaja,seperti kisah percintaan,persahabatan,dsb)



•Adventure Comedy
Dalam subgenre ini,cerita komedi di bumbui/dilatarkan dengan kisah petualangan.




C.Jenis-jenis genre komedi
•Genre Komedi itu terbagi menjadi beberapa jenis.Yaitu;


1. Slapstick/Physical Comedy

Slapstick adalah jenis komedi fisik yang mudah dicerna dan bermain dalam lingkup yang luas yang mencakup tiga hal utama yaitu derita, celaka dan aniaya.
Contohnya:
Seorang Komedian yang terjatuh dari kursi,seseorang yang memasukkan benda asing ke dalam mulut orang lain,melempar kue pke wajahseseorang dsb untuk membuat situasi menjadi lucu.



2. Komedi Alternatif/Alternative Comedy

Komedi alternatif itu adalah sebuah istilah yang diciptakan di tahun 1980-an. Artinya adalah sebuah penyampaian komedi /humor yang menyimpang dari penyampaian komedi atau humor yang ada pada era tertentu.



3. Komedi Observasi/Observational Comedy

Komedi Observasi adalah jenis humor atau komedi yang didasari dari observasi kehidupan sehari-hari. Aspek yang digunakan biasanya mencakup kejadian aktual dari dunia politik, hiburan,olahraga dan lain-lain.
Istilahnya,
 "It’s funny because it’s true."



4.Dark Humor

Dark humor adalah jenis humor atau komedi yang didasari dari observasi sisi gelap/jelek dari kehidupan sehari-hari. Aspek yang digunakan biasanya mencakup kejadian aktual dari dunia politik, hiburan,rasisme, agama, terorisme, peperangan,hal-hal berbau dewasa dan tema tabu yang berdekatan.



5. Komedi Karakter/Character Comedy

Komedi karakter adalah jenis humor atau komedi yang didasari dari kepintaran seorang dalam menciptakan sebuah karakter bertingkah polah lucu atau juga menirukan karakter lucu seseorang.
Ciri utama dari komedi karakter adalah keunikan ekspresi seorang dalam menampilkan emosi, tingkah laku atau mimik muka yang menggelikan.



6.Komedi Cringe/Cringr Comedy

Komedi cringe adalah jenis humor atau komedi yang mengandalkan kejadian canggung dan memalukan baik mengambil contoh dari kejadian yang pernah ada atau dari kejadian yang akan timbul dari situasi yang berkembang.



7.Komedi Hina/Insult Comedy

Sesuai namanya Komedi hina adalah jenis humor atau komedi yang memfokuskan sujeknya dengan menghina atau merendahkan individu atau kelompok.



 8.Komedi Properti/Prop Comedy

Sesuai namanya Komedi properti adalah jenis humor atau komedi yang banyak mengandalkan properti dalam menampilkan kelucuan dari penampilan seorang


9.Komedi Tidak Nyata/Surreal Comedy

Komedi yang fondasinya terbuat dari sesuatu yang tidak nyata, tidak masuk akal, absurd, aneh dan diluar akal sehat.




D.Tips dalam menulis humor.

1. Berani
Aturan pertama bagi siapa saja yang ingin menulis humor adalah berani. Tidak seperti yang kebanyakan orang pikirkan, para penulis humor sebenarnya adalah orang-orang yang sangat berani. Anda perlu bermuka tebal, bersaraf besi, dan memiliki keberanian yang terus bertambah hari demi hari. Anda tidak dapat melucu jika Anda takut menertawakan sesuatu hal, suatu masalah, seseorang, dan sebagainya. Anda tidak dapat melucu, jika Anda takut mempermalukan diri Anda atau mengejek sosok yang terkenal. Secara lisan semua orang dapat melucu, tetapi diperlukan keberanian untuk melucu dalam tulisan, dan membiarkan publik dan mungkin seluruh dunia membacanya. Jadi, para humoris memerlukan keberanian besar untuk menulis dan menerbitkan sesuatu yang lucu tentang sebuah isu, orang, atau konsep.



2. Berpikir di Luar Batas
Orang yang lucu tidak memiliki batasan tentang apa yang dapat ia pikirkan atau tuliskan. Anda perlu mampu memikirkan hal yang kasar, lucu, gila, tidak masuk akal, dan bahkan yang remeh. Para konsultan manajemen modern menyebutnya “berpikir di luar kotak”, tetapi saya menyebutnya kreativitas dan humor yang telah lama ada selama berabad-abad.



3. Aura Misteri
Hal penting dari menulis humor adalah Anda perlu membuat pembaca Anda berpikir bahwa tulisan Anda itu lucu. Akan tetapi, sebagai orang yang menulis humor, Anda tidak perlu membanyol, menjadi badut, ataupun bertingkah aneh. Anda perlu menjadi seorang yang dianggap orang lain mustahil untuk menuliskan sesuatu yang lucu. Anda dapat menjadi tipe orang serius yang memunyai kemampuan untuk menulis humor yang luar biasa. Hal ini menambahkan bumbu dan aura misteri dalam kepribadian Anda.



4. Mengolok Diri Sendiri
Sebagian besar orang berpikir bahwa humor hanyalah sekadar mengatakan dan menuliskan lelucon tentang orang lain. Itu tidak sepenuhnya benar. Humoris terkenal biasanya mengolok-olok diri mereka sendiri dan bukan orang lain. Humor terbaik selalu diarahkan pada diri sendiri. Arahkan humor kepada diri Anda sendiri, sehingga Anda tidak akan menganggu siapa pun. Orang akan tertawa jika Anda mengolok diri Anda, tetapi mereka mungkin marah jika Anda mengolok-olok mereka.



5. Jangan Lakukan Hal Ini
Kecuali artikel Anda ditujukan untuk majalah MAD [majalah humor satir di AS] atau media yang berisi humor atau satir murni tanpa ada batasan, ada hal-hal yang tidak dapat Anda lakukan yang perlu Anda ketahui saat menulis humor. Jangan gunakan bahasa yang buruk. Jangan mengolok-olok agama, kasta, ras, kelainan fisik, gender, atau bahasa siapa pun juga. Humor tentang hal-hal seperti ini dapat menyulut huru-hara di jalanan atau bahkan peperangan. Jangan memakai nama orang, teman, saudara, rekan kerja Anda yang sebenarnya. Anda tidak akan pernah tahu apakah mereka akan tersinggung atau tidak. Tetapi tidak akan ada orang yang tersinggung jika Anda berfokus pada diri Anda sendiri.



6. Kejutkan Pembaca Anda
Saat menulis humor, kejutkan pembaca Anda. Maksudnya, jangan ceritakan kelucuan Anda di awal tulisan. Jangan berikan petunjuk kepada pembaca Anda bahwa mereka akan membaca sesuatu yang lucu. Biarlah pembaca menemukan humor itu sendiri. Gunakan kata-kata singkat, sederhana, dan langsung yang dapat dimengerti semua orang.



7. Jangan Selalu Melucu
Ada waktunya untuk melucu dan ada waktunya untuk tidak melucu. Pemahaman ini perlu Anda amati dan pelajari. Humor yang sangat lucu di suatu tempat barangkali tidak dimengerti di tempat lain. Humor yang lucu di stadion sepak bola yang gaduh, barangkali terdengar tidak sopan di tempat yang religius. Dalam beberapa situasi atau kondisi tertentu, Anda tidak boleh terpancing untuk melakukan hal yang aneh-aneh, entah betapa tidak tertahankannya hasrat Anda untuk melucu.



8. Poleslah Tulisan Anda
Sebuah karya tulis tidak dapat selesai dan lucu seutuhnya dalam satu kali penulisan. Seperti berlian, tulisan Anda perlu diasah, ditajamkan dan dipoles sesering mungkin. Anda perlu mengulasnya dengan menggunakan kalimat yang lebih baik dan kata-kata yang lebih cermat, menyusun ulang kalimat-kalimatnya, mengubahnya dengan pandangan yang benar-benar berbeda, atau menghapus sesuatu yang tampaknya tidak pas, dan sebagainya. Setelah Anda menyelesaikan sebuah karya humor, periksalah lagi karya Anda beberapa jam atau beberapa hari kemudian. Anda akan menemukan cara-cara baru dan lebih baik untuk menulis artikel yang sama, yang tampaknya sangat jauh lebih baik dibandingkan artikel sebelumnya.



9. Pakai Perspektif Berbeda
Brpikirlah dengan sembarangan, berpikirlah gila-gilaan, namun pada saat yang sama gunakan akal sehat supaya tidak ada siapa pun, termasuk Anda, yang terkena masalah. Terkadang saat Anda sangat antusias, kata dan kalimat-kalimat dapat mengalir seperti sungai yang deras, mungkin Anda dapat menuliskan sesuatu yang sangat buruk, yang pada saat itu Anda pikir lucu atau tidak berbahaya, tapi lelucon itu bisa menimbulkan masalah saat ditinjau dengan cermat. Jadi, cobalah untuk sering berhenti sejenak dan melihat lelucon itu dari sudut pandang yang berbeda dan dari perspektif pembaca. Mungkin juga Anda perlu memotong tulisan Anda dan melanjutkannya.



10. Pakailah Waktu Anda
Nasihat yang terakhir adalah menulis humor itu membutuhkan waktu. Anda membutuhkan waktu seumur hidup supaya mahir membuat humor. Humor bukanlah hal yang dapat Anda pelajari dalam satu atau dua hari. Jangan berpikir Anda dapat membaca buku humor dan mulai menuliskan hal-hal yang lucu satu jam kemudian. Anda perlu mengajar diri Anda sendiri cara melucu. Pada umumnya, proses ini membutuhkan coba-coba dan belajar dari kesalahan. Anda perlu mengamati kejadian kocak atau kesalahan yang diperbuat orang lain, lalu tertawa dan menerapkannya kepada diri Anda sendiri dan sebagainya. Tidak ada orang yang dapat mengajarkan kepada Anda bagaimana cara menulis sesuatu yang lucu, tapi kemungkinan-kemungkinan yang dapat ditulis menjadi sebuah humor tidak ada batasannya.


Semoga bermanfaat, ya...
Cr : Materi Genre Aksara

Selasa, 21 November 2017

Mengeksekusi ending dalam cerita (prosa fiksi)



Ending ternyata adalah bagian terpenting. Umumnya orang akan cari tahu endingnya dulu.
Baru mikir buat baca keseluruhan. Ending yang buru-buru, gagap, terlalu menukik,
akan bikin cerita seolah dibikin prematur (kecepetan diakhiri).



💨Ini beberapa cara membuat ending💨

1. Buat ending dimana alur cerita dan benang karakter disimpulkan dengan benar.
Tidak ada dugaan dan tidak ada pertanyaan . Nasib semua karakter diketahui dengan jelas.

Contoh yang paling mudah adalah misteri. Meskipun misteri ditutupi ketegangan, tapi reader tahu klimaks cerita atau tokoh-tokoh itu nasibnya gimana. Biasanya ada 1 tokoh si pengungkap. Ending yg bisa dilihat

Mungkin ada yg pernah baca
Stephen donaldson.


2. Ending tanpa penyelesaian
Lawan poin 1
Plot dibiarkan ngambang. Gak selesai. Nasib karakter gak diketahui walau telah dijabarkan. gantung. Ini.membiarkan reader berspekulasi. Umumnya ending model begini
Dibuat untuk ada sekuelnya.

Contohnya sih
Novel si harry potter. Hampir endingnya menggantung. Wajar
Karena ada sekuelnya.


3. Ending yang tersirat
Ini ending yang paling ingin dikerjakan oleh saya dan penulis umumnya.  Karena bisa bikin pembaca frustasi. Beda dengan menggantung

Ending ini sebenarnya sudah menyisipkan logika dan pesan. Kayak kamu sudah tau siapa dan apa atau bagaimana. Tapi
Mendadak ending tanpa dikasih tau bener gak sih pikiranmu


Pertanyaan reader kurang lebih gini,

"Eh, kayaknya dia deh."

Tapi ... gak ada jawaban

"Eh, dia kan minum racun.
Kayaknya mati, deh."


Tapi gak diberitahukan mati atau tidak

"Kalau liat dari bukti-buktinya
Pasti dia."


Lagi lagi gak diberi jawaban

Hanya ada logika atau premis. Tapi tidak jawaban.


4. Twist ending
Disini, intinya penulis membuat ending tak terduga. Dari semua logika
Tahunya endingnya beda.
Buku fight club, contohnya.


5. Ending yang mengikat kembali Atau tie back
Disini, penulis membuat ending dimana mulai dan akhirnya ditulis dengan cara yang sama.
Akhir cerita justru sudah diungkap di awal
Kemudian berlanjut rincian sampai di akhir

Buat penulis pemula ini bisa dipakai.

Jadi ending sudah diceritakan dahulu. Walau ketegangannya minim, tapi asal ngolahnya pas
Maka cerita akan menarik


6. Bola kristal
Ending begini penulis akan menceritakan si karakter maju ke depan (beberapa hari sebelum atau beberapa tahun sebelum). Cara umum menulis ending bola kristal adalah penggunaan epilog.

Harry potter edisi the deathly hallow. Dmana epilog di set 19 tahun setelah inti cerita


🔘Kalau di indo
Cuma mengenal 3 role ending,
-Happy Ending
- Sad ending
- Cliffhanger ending
Cliffhanger ending
Disini penulis sengaja menggantung ending
Pembaca dibiarkan menafsirkan kelanjutannya


Sekian dan terima kasih. Semoga bermanfaat, ya. Jika ada pertanyaan bisa tinggalkan di kolom komentar atau chat langsung via line di @bongkotgedang 😊

Materi dari kak See Tea, 17 Oktober 2017.

Senin, 06 November 2017

KERAGUAN

-KERAGUAN-


Setelah waktu yang terlewati, bersama ribuan bimbang yang masih menanti. Rasa itu masih sama. Tak berubah sepersekian pun dari gelisahnya. Hati tak mau membuka, membiarkan cinta itu terombang-ambing pada denyut usaha.

Masih tentang ketidakmauan atas apa yang telah ada. Ego bisa saja tersebut sebagai pelaku utama dibalik kebimbangan. Hanya saja bukan itu. Hati yang tak berpintu, mungkin ia tokoh utama dari sebuah drama. Mengungkap alasan, katanya kunci untuk membuka telah hilang dari pandangan mata.

Namun tak bisa terpungkiri, benih-benih kasih masih mendominasi segenap ruang yang telah pilu oleh empedu. Mengharap masih ada jalan dari sekian alur yang berjalan walau harus menikung sekalipun. Tapi, satu sisi masih tak bisa menerima atas lakon yang bergulir tanpa permisi. Langit pun datang membawa kedukaannya kala mulut meronta, mematahkan janji akan komitmen yang telah ada.

Semua hanya berujung pada dinding keraguan. Seperti memilih lorong jalan yang tak pernah pasti ujungnya, bagai labirin di tengah keramaian, namun tampak sepi dalam pandangan yang terselimuti ketidakpastian.
Kata yang pernah terlontar pun tak lagi nyata. Seperti air yang menguap menjadi asap dan hilang. Menyisakan tanah yang kering tanpa sebuah kelembaban. Dengan mata yang menengadah menanti rintik hujan dikala malam.

Hingga afeksinya perlahan berhambur, lepas meninggalkanku yang tak bisa berbaur. Pun menenggelamkan dalam balutan kisah tak berujung yang sukar digabung. Di titik ini, semuanya berkumpul pada detak penuh ilusi. Sendiri, tanpa minat untuk berbagi.


 05 November '17
P ink A dan Nimo

#collabs
#poetry
#mariberkarya

Senin, 18 September 2017

Mengetahui Lebih Dekat Tentang Partikel -pun

Partikel Pun

Penulisan Partikel "Pun" Disambung atau Dipisah Sesuai Tata Bahasa Indonesia

Pun memiliki arti:
1. Juga atau demikian juga :
•> Jika Anda Pergi, saya pun hendak pergi
2. Meski, biar, kendati :
•> Mahal pun dibelinya juga
3. Saja :
•> Berdiri pun tidak dapat, apalagi berjalan
4. (… pun …lah) untuk menyatakan aspek bahwa perbuatan mulai terjadi :
•> Hari pun malamlah
5. Untuk menguatkan dan menyatakan pokok kalimat :
•> Maka baginda pun bertanya

Cara penulisan pun ada dua: disatukan/dirangkai dan dipisah dengan kata yang mendahuluinya. Partikel pun yang merupakan unsur kata penghubung ditulis serangkai :
- adapun
- andaipun
- akanpun
- ataupun
- bagaimanapun
- biarpun
- nianpun
- kalaupun
- kendatipun
- maupun
- meskipun
- namunpun
- sekalipun
- sungguhpun
- walaupun

 Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya, jika :
a. Mempunyai arti juga (nomor 1):
•> Jika Anda tidak hadir, saya pun (juga) tidak hadir.
•> Jika kita rajin bekerja, penghasilan pun (juga) bertambah.

b. Berfungsi sebagai partikel untuk menyangatkan atau mengeraskan arti (nomor 5):
•> Sedikit pun saya tidak menyangka Anda menolak tawarannya.
•> Sepeser pun saya tidak pernah menerima uang dari dia.

c. Dipisahkan dari kata yang mendahuluinya apabila maknanya sama dengan walaupun sekali, meskipun sekali (nomor 3).
•> Sekali pun (walaupun sekali, meskipun sekali) saya belum pernah ke Jakarta.
•> Sekali pun (walaupun sekali, meskipun sekali) ia tidak pernah datang ke sini.
Contoh pada kalimat:
(a) Tidak sekali pun dia melakukan kesalahan.
(b) Sekalipun melakukan kesalahan, dia tak pernah mendapat hukuman.

Sumber : http://www.bukubaik.com/2013/08/penulisan-partikel-pun-disambung-atau.htmla

Semoga bermanfaat,

Jumat, 15 September 2017

tentang kisah yang tak mampu terurai

-TAKDIR-


takdir seperti apa yang Tuhan kini ingin berikan? ketika aku tak lg memikirkan tentang persoalan cinta yang menghanyutkan. pun saat hati rasanya enggan untuk menerima pada getar pertama. langkah ini tetap maju dalam bayang kisah semu yang dulu sempat terbangun dalam memori. tapi kini ... kututup semuanya walau belum menemukan titik temu untuk berlabuh.


lalu, rindu datang menghantui pada jiwa berbalut sepi. menimbulkan paradigma yang kian menusuk entah sudah berapa kali. keputusanku sudah mengurungku dalam ketidakpedulian 'kan dirinya yang minta dipandang. hingga sebuah kebetulan perlahan muncul mengoyak pendirian.


langit kemudian berduka—tak menyangka tentang jalan yang kutempuh untuk menghindar dari lubang kebimbangan. kasih sayang, kepercayaan, belas kasih, pun pengorbanan tak lagi kugenggam. rasa itu telah hempas bersama derai kenangan masa lalu yang kubiarkan berlalu. dan pada suatu ketika senja menampakkan wujudnya, aku berdiam bak patung yang menuli.


tapi kamu sayangnya tak jua merasakannya. tentang jarak yang kian mengikis tanpa peduli aku mengeluh.



Jepara, 26-08-'17
bersama @ dalam kenangan masa lalu.

Kamis, 13 Juli 2017

Perindu Waktu

Perindu Waktu
—Perihal Cerita Klasik yang Terlupakan—


Masih teringat dalam memori 'kan kisah klasik yang dulu singgah. Tentang kita yang masih saling mengenal satu sama lain. Bersama melewati hari walau jarak membentang.

Aku selalu bertanya, "Masih bisakah kita mengulang waktu? Paling tidak kita mengulang cerita yang dulu ada."
Sebelum waktu dan keadaan merubah segalanya. Tentang kita, pun cerita di dalamnya.

Tapi kamu sepertinya enggan peduli. Meninggalkanku terkungkung dalam masa lalu yang masih lekat di ingatan. Terpatri oleh rasa yang sulit didefinisikan. Hingga mengembang memenuhi hati yang kosong.

Dan kini, aku merindu cerita itu. Sebuah kisah yang pernah mewakili perasaan tentang kebersamaan. Mengukir indahnya saling berbagi, ketika hati sedang sendiri.


-----
Saya dedikasikan tulisan ini untuk dia yang kini tak sama lagi. Teman semasa kecil yang paling dekat dengan saya. Seseorang yang sampai saat ini masih menjungkir-balikkan perasaan saya.


Jepara, 13 Juli 2017
Dwi Rachmawati
20:36 wib

Sabtu, 08 Juli 2017

Jurnalistik dan Sastra

🐸 Pengertian Jurnalistik

➡Secara Umum, Pengertian Jurnalistik adalah proses, teknik dan ilmu pengumpulan, penulisan, penyuntingan dan publikasi berita.

➡Jurnalistik atau Kewartawanan berasal dari kata Journal yang berarti catatan harian atau catatan mengenai kejadian sehari-hari, atau diartikan dengan surat kabar.

➡Secara Etiomologis , jurnalistik adalah laporan tentang peristiwa sehari-hari yang saat ini kita kenal dengan istilah "berita" (news). Sedangkan secara singkat/sederhana adalah kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan atau pelaporan setiap hari.

🐣Jurnalistik memiliki beberapa peran fungsi sebagai berikut:

➡Fungsi informasi
Menghadirkan informasi atau memberitakan suatu informasi kepada masyarakat yang berkaitan dengan suatu peristiwa atau hal yang penting lainnya.

➡Fungsi pendidikan
Jurnalistik mempunyai tanggung jawab untuk membimbing masyarakat dengan menghadirkan berbagai pengetahuan yang sangat berguna bagi pengembangan nilai-nilai kehidupan

➡Fungsi hiburan
Memberikan hiburan dalam kaitannya mengendurkan atau melemaskan ketegangan pikiran karena kesibukan dalam kegiatan sehari-hari.

➡Fungsi kontrol sosial
Jurnalistik bukan hanya sebatas menyodorkan atau memberikan informasi yang berkaitan dengan suatu peristiwa, akan tetapi juga menyampaikan suatu gagasan yang berkenaan dengan keperluan atau faedah masyarakat luas.

Q : yang kontrol sosial itu kayak gimana kak?
A :Maksudnya, jurnalistik itu juga bisa membahas mengenai fungsi2 sosial yang beperan bagi masyarakat.
Q : Memberikan berita yang bermanfaat untuk masyarakat. Misalnya memberikan informasi soal kenaikan bbm dll
A : Nah, itu termasuk fungsi kontrol sosial kak
Q : Gagasan yang  berkenaan dengan keperluan masyarakat. Intinya apa saja, yang mendatangkan keuntungan atau informasi ke masyarakat, ya? Gimana dengan berita hoaks yang sering berkembang di dalam masyarakat? Itu ada ketimpangan fungsi gak?
A : Iya, bertujuan memberikan informasi. Nah, kalo berita hoax termasuk ketimpangan? Di sini deperlukannya kita untuk bisa memilah. Tentu tidak semua berita itu benar bukan? Kalau ketimpangan, jurnalistik itu seharusnya memanv sesuai fakta kak

Informasi : memberikan update kejadian penting (dlm segala aspek) yang terjadi pada masyarakat.

Pendidikan : memberikan pengetahuan baru utk masyrakat

Hiburan : entertaiment. Menghibur masyarakat dengan artikel yg berkaitan dengan musik, buku, dll (hobi)

Kontrol sosial : ada opini yang dikemukakan dalam peristiwa yang berkaitan dengan isu tertentu

↪Secara umum, sastra adalah suatu karya yang indah baik itu tulisan dan lisan. Berdasarkan dari asal usul, definisi sastra diistilahkan sebagai kesustraan yang berasal dari bahasa sansekerta, yaitu sastra. su yang berarti bagus atau indah, sedangkan dari sastra yang berarti buku, tulisan atau huruf. Secara etimologi, dari arti kedua kata tersebut dapat disimpulkan bahwa arti susastra atau sastra  adalah tulisan yang indah.


↪Menurut Ensiklopedia bebas, Sastra (Sanskerta: शास्त्र, shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta śāstra, yang berarti "teks yang mengandung instruksi" atau "pedoman", dari kata dasar śās-yang berarti "instruksi" atau "ajaran". Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada "kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.  


↪Menurut KBBI arti sastra adalah, bahasa (kata-kata, gaya bahasa) yang dipakai dalam kitab-kitab (bukan bahasa sehari-hari); karya tulis, yang jika dibandingkan dengan tulisan lain, memiliki berbagai ciri keunggulan seperti keaslian, keartistikan, keindahan dalam isi dan ungkapannya.


↪Sastra merupakan perwujudan pikiran dalam bentuk tulisan. Tulisan menggambarkan media pemikiran yang tercurah melalui bahasa, bahasa yang bisa direpresentasikan dalam bentuk tulisan, media lain bisa saja berbentuk gambar, melody musik, lukisan ataupun karya lingkungan binaan/arsitektur.

↪Sastra merupakan istilah yang mempunyai arti luas, meliputi sejumlah kegiatan yang berbeda-beda. Kita dapat berbicara secara umum, misalnya berdasarkan aktivitas manusia yang tanpa mempertimbangkan budaya suku maupun bangsa. Sastra dipandang sebagai suatu yang dihasilkan dan dinikmati. Orang-orang tertentu di masyarakat dapat menghasilkan sastra. Sedang orang lain dalam jumlah yang besar menikmati sastra itu dengan cara mendengar atau membacanya.


Intinya, sastra itu lebih ke keindahan bahasa. Dia unik. Lumayan banyak diksi dan majas digunakan dalam sastra. Bahasanya juga tidak terbilang ringan.


📌Istilah sastra terus mengalami perkembangan. Kesusastraan tidak hanya berupa dengan tulisan, tetapi kesusastraan ada yang berbentuk lisan. Karya semacam itu dinamakan dengan sastra lisan. Oleh karena itu, sekarang yang dinamakan dengan kesusastraan meliputi karya sastra lisan dan tertulis dengan ciri khasnya terdapat pada keindahan bahasanya.

📌Ciri-Ciri Karya Sastra - Sastra memiliki karakteristik yang dapat digolongkan atau dinamakan karya sastra. Ciri-ciri karya satra adalah sebagai berikut...

📝Isinya menggambarkan manusia dengan berbagai persoalannya
📝Bahasanya yang indah atau tertata baik
📝Gaya penyajiannya menarik yang berkesan di hati pembacanya.

📌 Fungsi Karya Sastra - Dalam menciptakan sebuah karya sastra memiliki fungsi yang bertujuan bagi para pembaca dan pendengar. Fungsi karya sastra adalah sebagai berikut…

📝Fungsi rekreatif adalah memberikan kesangan atau hiburan bagi pembacanya
📝Fungsi didaktfi adalah memberikan wawasan pengetahuan mengenai seluk-beluk kehidupan manusia bagi pembacanya
📝Fungsi estetis adalah sastra mampu memberikan keindahan pembacanya
📝Fungsi moralitas adalah memberikan pengetahuan bagi pembacanya mengenai moral yang baik dan buruk.
📝Fungsi religius adalah sastra menghadirkan karya yang didalamnya mengandung ajaran agama yang diteladani oleh pembacanya.


✏Pengertian sastra secara umum.
✏Istilah sastra terus mengalami perkembangan.
✏ Ciri-ciri karya sastra.
✏Fungsi
(Sumber : www.artikelsiana.com )


✏Pengertian sastra menurut KBBI
✏Perwujudan Sastra
✏Pengertian menurut istilah
( Sumber : http://yosiabdiantindaon.blogspot.co.id/2012/04/pengertian-sastra.html )


✏Pengertian sastra menurut bahasa sanskerta
(Sumber : https://asemmanis.wordpress.com/2009/10/03/pengertian-sastra-secara-umum-dan-menurut-para-ahli/ )


✏Pengertian Sastra menurut ensiklopedia bebas
( Sumber : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Indonesia )

🐷 Perbedaan sastra dan jurnalistik?

Apa sih bedanya sastra sama jurnalistik? Perasaan sama aja deh, kan sama-sama tulisan. Ternyata, setelah ditinjau lebih lanjut dua jenis tulisan tersebut memiliki perbedaan.

↪Sastra memerlukan imajinasi sebagai pusat pemikiran, bagaimana kita melihat sekitar dengan pandangan yang orang lain tak terpikirkan, terlebih sastra yang baik memerlukan penyiratan seperti “ Siulan ombak melaju dengan erat” Disini kita bisa melihat bahwasanya tidak ada ombak yang sedang bersiul, tetapi dalam sebuah penyiratan sastra tersebut ombak sedang bersiul yaitu suara derasnya ombak.

Jadi, bisa kita simpulkan tulisan sastra adalah sastra yang penulisnya dapat bermain dengan apa yang ia lihat, rasakan dan dengarkan. Penulis juga dapat menyembunyikan atau menyelibkan apa yang sedang ia rasakan tanpa pembaca mengetahui dengan jelas keadaan penulis saat itu. Jenis-jenis sastra seperti karya tulis puisi, cerita pendek, cerita bersambung, pantun dan banyak lainnya. Sastra dalam sifatnya tidak terikat seperti tidak adanya konsep 5W + 1H, karena sastra menggambarkan, bukan menceritakan.

↪Berbeda halnya dengan jurnalistik yang mementingkan konsep 5W + 1H. Jurnalistik memaparkan fakta, informasi, berita yang akan disebarkan di media massa. Jurnalistik tidak belibatkan khayalan, emosi sang penulis di dalamnya, sebisa mungkin mudah dimengerti oleh khalayak. Kejelasan dalam penulisan juga dibutuhkan agar tak ada penuntutan karena ketidak jelasannya. Jenis-jenis jurnalistik seperti artikel, berita, resensi buku dan lainnya.


🐢 Jurnalistik Sastra?
jurnalistik sastra adalah proses mencari, mengumpulkan, memilih dan memilah informasi berupa fakta guna dibentuk menjadi sebuah berita dengan menggunakan bahasa dalam artian kata dan gaya bahasa yang merujuk pada kitab-kitab (bukan bahasa sehari-hari) dengan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nurani khalayak.
Sumber :

http://www.artikelsiana.com/2015/08/jurnalistik-pengertian-jurnalistik.html?m=1 (pengertian jurnalistik)

https://www.google.co.id/amp/juragancipir.com/fungsi-jurnalistik-paling-lengkap/amp/ (fungsi jurnalistik)

https://aristasefree.wordpress.com/tag/contoh-tulisan-jurnalis/ (contoh jurnalistik)

mywordsworld.blogspot.co.id/2013/06/contoh-tulisan-jurnalistik.html?m=1 (contoh jurnalistik)

https://www.google.co.id/amp/s/nisaulafifah.wordpress.com/2013/02/19/sastra-vs-jurnalistik/amp/  (perbedaan sastra dan jurnalistik)

https://sepcor.blogspot.co.id/2016/10/apa-itu-jurnalistik-sastra.html?m=1 (pengertian jurnalistik)


Tea Time, 18 Juni 2017
Hanifah&Cesha

pengertian alur dah tahapannya

A. Penjelasan tentang alur cerita

Alur adalah struktur rangkaian kejadian-kejadian dalam sebuah cerita yang disusun secara kronologis.

B. Macam-macam atau jenis-jenis alur

Adapun jenis-jenis alur yang diantaranya dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) macam, berikut ini penjelasannya:

1. Alur maju.
Yang pertama adalah alur maju, yaitu alur yang peristiwa ditampilkannya secara kronologis, maju, secara runtut dari tahap awal, tahap tengah, hingga tahap akhir cerita.
Alur ini umumnya digunakan pada cerita yang mudah untuk di pahami atau dicerna, misalnya seperti cerita untuk anak-anak. Tapi bukan berarti alur ini tidak dapat digunakan pada cerita yang serius, misalnya seperti drama dan lain sebagainya.
Contoh sederhananya adalah misalnya cerpen itu awalnya menceritakan tentangg seorang anak kecil dan berkembang / berakhir saat dia telah remaja.

2. Alur mundur.
Lalu yang kedua adalah alur mundur, yang dimaksud dengan alur mundur yaitu alur yang ceritanya dimulai dengan penyelesaian. Alur ini sering ditemui pada cerita yang memakai setting waktunya pada masa lampau.
Misalnya cerita tentang seorang mantan veteran yang membayangkan kisah hidupnya di masa muda.

3. Alur campuran.
Dan yang terakhir adalah alur campuran, yaitu alur yang diawali dengan klimaks dari cerita, yang kemudian melihat lagi masa lalu atau masa lampau dan diakhiri dengan penyelesaian dari cerita tersebut.
Contoh:
·        Cerita seseorang masa sekarang , kemudian kembali ke masa lalunya dan berlanjut kembali ke masa sekarang dan ke masa datang


Sumber : muthiahrifdah9u2.blogspot.com

C. Tahapan Alur
1. Pengenalan cerita.
Pada bagian ini, pengarang akan memperkenalkan tokoh utama, penataan adegan cerita dan hubungan antar tokoh yang terdapat dalam cerita.

2. Awal konflik.
Pada bagian ini pengarang atau pembuat cerita akan memunculkan bagian-bagian dalam cerita yang dapat menimbulkan permasalahan.

3. Menuju konflik.
Pengarang cerita akan meningkatkan permasalahan yang dialami olah tokoh.

4. Konflik memuncak atau klimaks.
Pada bagian ini merupakan puncak permasalahan yang dihadapi oleh tokoh, pada bagian ini juga tokoh dalam cerita akan dihadapkan dalam penentuan akhir yang akan dialaminya, keberhasilan atau kegagalan biasanya menjadi penentuan nasib tokoh dalam cerita.

5. Penyelesaian atau ending.
Akhir dari cerita, pada bagian ini akan menjelaskan bagaimana nasib tokoh dalam cerita tersebut apakah endingnya bahagia, buruk, ataupun menggantung.


Sumber : www.pengertianku.com


Materi Teras Kata, 21 Juni 2017
Semoga bermanfaat.

Senin, 03 Juli 2017

Sudut Semarang

Malam kian larut menerpa. Menyeret siapa saja masuk ke alam mimpi. Namun kenapa tidak denganku? Yang justru terlunta-lunta menyongsong kegelapan.


Di sudut kota Semarang, kucoba sampaikan rasa. Tentang sepi yang semakin mengikat. Pada kesendirian yang kian mencuat.


Lalu, aku berdiam diri. Bernostalgia bersama waktu yang temaram. Menyaksikan potongan kisah yang sempat terjalani. Walau kini hanya sebuah ilusi.


Oh, malam sepertinya tak mau menyerah. Terus menemaniku di tengah keramaian kota. Barang sedetik tak kurasa jua. Sepi semakin menggerayangi hati.


Dan ... kini aku teringat. Perihal kisah tak sampai pada peraduan. Tentang rindu pada masa lalu.


Semarang, 1 Juli 2017
Dwi Rachmawati
22:22

Mengulang Elipsis bagi Pemula

Hallo, pasti sudah tidak asing lagi dengan elipsis . Setelah kemarin aku post tentang elipsis, asportof dan separator , kini aku bakal m...